Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kemarau, Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Ditingkatkan

Putri Rosmalia Octaviyani
20/5/2018 12:14
Kemarau, Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Ditingkatkan
(ANTARA/Nova Wahyudi)

Memasuki kemarau 2018, pencegahan dan pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperketat melalui patroli dan sosialisasi. Patroli tidak hanya dilakukan di darat tapi juga di udara.

"Musim kemarau sudah mulai tiba sehingga semua pihak harus waspada dan selalu siaga melakukan pengendalian karhutla," ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B. Panjaitan, (20/05).

Hal itu juga dilakukan beserta pemantauan hotspot beserta groundcheck atau pengecekan hingga tingkat tapak di lapangan. Groundcheck dilakukan sebagai penanganan dini lahan yang telah dibakar agar tidak meluas

Raffles mengatakan, patroli terpadu terus dilakukan pada wilayah-wilayah rawan. Patroli pencegahan karhutla digelar oleh Manggala Agni bersama sejumlah pihak seperti TNI, POLRI, dan masyarakat.

Provinsi yang masih menjadi prioritas pencegahan ialah Riau, Sumetera Utara, Sumetera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimatan Selatan, dan dan Kalimatan Timur.

Prioritas pencegahan terutama dilakukan di Sumatera Selatan yang akan menjadi salah satu wilayah tuan rumah pelaksanaan Asian Games pada Agustus mendatang.

"Manggala Agni dan para pihak lainnya terus meningkatkan kesiapsiagaan, baik kesiapan personil maupun peralatan penanggulangan karhutla, " ujar Raffles.

Dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah Sumatera Selatan, telah disiapkan juga Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)-hujan buatan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Upaya itu, kata Raffles, untuk mendukung Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan agar lebih maksimal dalam penanganan karhutla pada musim kemarau.

Sementara itu di Kalimantan, peningkatan pencegahan karhurla juga dilakukan dengan peningkatan jumlah petugas patroli terpadu pencegah karhutla dan peningkatan kuantitas dan waktu pengawasan di lapangan.

Patroli terpadu itu telah dilaksanakan sejak awal Mei 2018 dan akan berlangsung hingga September mendatang ini. Petugas patroli berasal dari unsur KLHK, TNI, POLRI, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, BNPB telah turut bersiaga dalam menghadapi potensi karhutla. Penyiapan personil dan helikopter telah dilakukan sejak awal tahun 2018 lalu.

Sarana yang disiapkan BNPB di antaranya dengan menyiagakan 12 helikopter di 4 provinsi yang telah menetapkan status darurat. Di Riau 3 heli, Sumsel 4 heli, Kalimantan Barat 3 heli, dan Kalimantan Tengah 2 heli.

Sementara itu, sejak awal tahun hingga 20 Mei 2018 diketahui luas karhutla di seluruh wilayah Indonesia seluas 4.666 hektar. Provinsi Riau menjadi yang terluas dengan total lahan terbakar mencapai 2.841 hektar, sedangkan Kalimantan Barat seluas 571 hektar dan Kalimantan Tengah 451 hektar.

Total titik panas berdasarkan satelit TERRA/AQUA NASA pada 20 Mei 2018 ialah sebanyak 12 titik. Titik panas terbanyak berada di Sulawesi Selatan yakni sebanyak empat titik. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya