Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Terindikasi Radikal, Ratusan Akun Medsos Ditutup

Indriyani Astuti
15/5/2018 20:04
Terindikasi Radikal, Ratusan Akun Medsos Ditutup
(ANTARA)

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informasi (Kominfo) telah menutup ratusan akun media sosial dengan konten yang teridentifikasi memuat ujaran kebencian, radikalisme dan terorisme. Tindakan itu dilakukan pascateror di penjara cabang Salemba Cabang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat serta rentetan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara merinci ada 280 lebih akun dari kanal Telegram yang langsung ditutup. Lalu, untuk media sosial yakni Facebook dan twitter ada sekitar 450 akun yang terbukti memuat konten-konten negatif tersebut. Dari 450, ujarnya, 300 akun sudah ditutup.

Sementara itu, pada kanal Youtube ada 350 akun terindentifikasi mengandung konten yang berkaitan dengan radikalisme, ujaran kebencian, dan terorisme.

"Untuk youtube, 70%-nya sudah selesai. Selebihnya lagi, masih dalam proses pemantauan. Ini kami lakukan terus menerus kerjasama dengan platform. Ini jadi musuh bersama kita," ujar Rudiantara di Jakarta, Selasa (15/5).

Menkominfo menuturkan belum semua akun yang terindikasi itu ditutup. Hal itu dilakukan untuk kepentingan penyelidikan aparat penegak hukum untuk menelusuri lebih lanjut.

"Kami bekerjasama dengan aparat penegak hukum. Dari Polri tidak berhenti menutup akun-akun yang isinya memprovokasi, mengajari membuat bom dan lainnya, tapi mengetahui jaringannya kemana. Jadi tidak langsung ditutup," terangnya.

Dia menjelaskan akun dan konten yang ditutup milik perorangan. Untuk menyelidiki ada atau tidak kaitan dengan jaringan kelompok tertentu, Kominfo menyerahkan pada aparat penegak hukum.

"Yang ditutup mengandung provokasi, ujaran kebencian, radikalisme, terorisme," tukas Menkominfo.

Sementara itu, perwakilan dari Facebook (FB) Ruben Hatari selaku Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia mengatakan semenjak ada serangkaian kejadian bom yang terjadi beberapa hari lalu, masyarakat aktif melaporkan akun-akun dengan muatan negatif di Facebook.

"FB platform yang tidak ada ruang untuk kekerasan kalau menemukan konten yang melanggar akan kami tindaklanjuti. Masyarakat rajin melaporkan konten-konten, " ucapnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya