Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pemerintah Akui Belum Optimal Kuatkan Ketahanan Keluarga Lawan Radikalisme

Putri Rosmalia Octaviyani
15/5/2018 00:37
Pemerintah Akui Belum Optimal Kuatkan Ketahanan Keluarga Lawan Radikalisme
(Ilustrasi)

KELUARGA sebagai tonggak utama pencegah kekerasan dan radikalisme dinilai masih lemah ketahanannya. Sementara itu, belum ada koordinasi maksimal antar kementerian, instansi, lembaga, atau dinas lain terkait untuk fokus mengedukasi keluarga.

"Kita sangat mendorong pemerintah lintas kementerian dan lembaga agar mengintegrasikan program-program mereka terkait keluarga dan anak," ujar Child Protection Advisor PLAN International, Sigit Wacono, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, (14/5).

Sigit mengatakan, selama ini pemerintah masih berjalan sendiri-sendiri dalam upaya menguatkan ketahanan keluarga. Itu menjadi pekerjaan rumah yang sangat penting untul segera diselesaikan oleh pemerintah. Terutama di tengah kondisi radikalisme dalam keluarga yang semakin banyak ditemui di Indonesia saat ini.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, mengatakan, dirinya mengakui selama ini koordinasi antar kementerian dalam membawahi berbagai urusan keluarga atau rumah tangga di Indonesia memang belum maksimal. Setiap kementerian memiliki program masing-masing yang belum terintegrasi dengan baik.

"Memang kementerian-kementerian kita blm ada yang fokus pada keluarga. Kalaupun ada masih berpencar-pencar. Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), KPPPA, BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), Kementerian Sosial, terpencar-pencar," ujar Yohana, di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, (14/5).

Yohana mengatakan, selama ini belum pernah ada diskusi mendalam yang dilakukan lintas kementerian dan lembaga untuk membahas upaya penguatan peran keluarga. Akibatnya, semua berjalan sendiri-sendiri, dan tidak jarang menjadi tidak maksimal.

"Belum pernah kita duduk bareng membicarakan bagaimana mengatasi masalah yang mungkin ada di keluarga. Sayang memang, karena biar kita keras-keras membahas perlindungan anak kalau keluarga tidak diperhatikan akan useless," ujar Yohana.

Ia mengatakan, akan segera membahas mengenai rencana pembahasan mengenai ketahanan keluarga lintas kementerian dan lembaga. Dalam waktu dekat juga akan dobahas mengenai rencana dialog nasional mengenai hal tersebut.

"Itu harus dilakukan, karena tantangan kita berat menuju Indonesia ramah anak 2030," tutup Yohana. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya