Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Ubah Kebiasaan Kunci Keberhasilan Pengurangan Sampah Plastik

Indriyani Astuti
01/4/2018 13:04
Ubah Kebiasaan Kunci Keberhasilan Pengurangan Sampah Plastik
(ANTARA/Rivan Awal Lingga)

MASALAH sampah plastik, terutama kantong plastik, saat ini sangat mendesak untuk diselesaikan. Menurut Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira, diperlukan peran berbagai pihak untuk terlibat dalam menciptakan solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

Menurutnya tanpa partisipasi masyarakat target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% secara nasional pada tahun 2025, ditambah dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah plastik di lautan sebesar 70%, sulit tercapai.

Tiza menyampaikan pengurangan sampah plastik harus dilakukan di tingkat rumah tangga. Caranya dengan mewajibkan pemilahan sampah organik dan non organik.

"Upaya grass roots keberhasilan pengurangan sampah ada di masyarakat," ujar Tiza ketika dihubungi, di Jakarta, Minggu (1/4).

Dia pun menyampaikan, upaya pemilahan sampah dari rumah tangga dapat disinergikan dengan program-program bank sampah yang sudah diinsiasi baik oleh masyarakat ataupun pemerintah.

"Supaya bank sampah juga lebih laku. Sampah bersih terpilah lebih tinggi nilai daur ulangnya," tutur dia.

Langkah lain dalam upaya mengurangi sampah plastik adalah dengan membuat regulasi melarang penggunaan kantong plastik. Sebab, kantong plastik sulit didaur ulang dan cenderung tidak mempunyai ekonomi jika didaur ulang.

"Kresek adalah salah satu plastik yang rendah sekali harganya, bahkan ada beberapa tipe kresek yg sama sekali tidak laku," cetusnya.

Tiza menuturkan dalam meningkatkan kesadaran di masyarakat mengenai sampah plastik, dibutuhkan edukasi dan sosialisasi sejak kecil. Karena itu, pihaknya dalam kegiatan Zero Waste Youth Festival pada Maret lalu turut melibatkan kalangan muda Indonesia di sejumlah kota untuk dapat memahami lebih dalam mengenai isu sampah plastik dan memacu mereka untuk lebih giat dan partisipatif dalam mengatasi permasalahan ini.

 

“Seringkali anak muda malah lebih terdepan dalam menciptakan solusi, asal mereka didukung untuk bertindak. Kami ingin mengajak anak muda agar meningkatkan eksistensi mereka dalam penyelesaian masalah lingkungan hidup, terutama masalah sampah. Selain itu, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kampanye lingkungan Bersama anak muda dapat terwujud melalui berbagai cara yang menarik dan inovatif," pungkasnya. (A-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya