Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT kesehatan masyarakat (puskesmas) harus melakukan pencegahan penyakit melalui pendekatan keluarga agar penyelesaian masalah kesehatan di Indonesia berlangsung cepat.
"Puskesmas tidak cukup diam saja. Puskesmas harus menjangkau masyarakat dengan langsung mengetuk pintu rumah mereka, temukan kasusnya, kemudian cegah, dan layani dengan hati," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek pada Rakernas Kesehatan di Tangerang, Banten, kemarin.
Ia mengatakan setiap orang harus memperoleh kebutuhan dasar berupa layanan kesehatan, mulai upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Hal itu dilakukan demi tercapainya status kesehatan yang lebih baik, tanpa ada kekhawatiran kesulitan finansial dalam mengaksesnya.
Menurut Menkes, saat ini ialah kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki status kesehatan masyarakat demi mempersiapkan generasi yang dapat bertumbuh kembang secara optimal, serta terlindungi dari berbagai penyakit infeksi yang membahayakan atau mengancam jiwa.
Pada Rakernas 2018, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan eleminasi penyakit tuberkulosis (Tb), pencegahan stunting atau kekerdilan, dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi.
Menkes mengatakan Tb bukanlah persoalan baru di Indonesia. Saat ini prevalensi penyakit tersebut di Tanah air menduduki posisi kedua di tingkat dunia.
Oleh karena itu, perlu ada peningkatan sinergi lintas program dan lintas sektor agar upaya penanganan Tb dapat lebih komprehensif dan holisitik mulai penemuan kasus, deteksi dini, hingga diagnosis dengan terapi.
Menkes juga mengingatkan para kepala dinas kesehatan untuk memetakan potensi timbulnya penyakit. "Daerah yang mampu melakukan surveilans dan imunisasi yang kuat dan efektif terbukti mampu menahan transmisi penularan dan penigkatan kasus penyakit menular," katanya.
Peningkatan deteksi
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes Siswanto menyebutkan berdasarkan Global Burden of Disease Study, Tb menjadi penyebab kematian ke dua di dunia. Angka Tb di Indonesia berdasarkan mikroskopik sebanyak 759 per 100 ribu penduduk.
Menurutnya, untuk mengeleminasinya harus dilakukan melalui peningkatan deteksi dengan pendekatan keluarga, menyelesaikan under-reporting pengobatan Tb melalui penguatan PPM.
Selain itu, meningkatkan kepatuhan pengobatan, perbaikan sistem deteksi MDR Tb dan akses terapi Tb MDR, edukasi Tb pada masyarakat, perbaikan perumahan, dan pemenuhan tenaga analis peningkatan sensitivitas Dx (melalui NS individual).
Terkait dengan kasus stunting atau kekerdilan akibat gizi buruk, untuk mengatasinya perlu intervensi spesifik gizi pada remaja, ibu hamil, bayi 0 hingga 6 bulan dan ibu, bayi 7-24 bulan dan ibu.
Selain itu, diperlukan intervensi sensitif gizi seperti peningkatan ekonomi keluarga, program keluarga harapan, program akses air bersih dan sanitasi, program edukasi gizi, akses pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.
Soal peningkatan cakupan imunisasi, perlu penajaman program melalui edukasi kepada masyarakat dan advokasi kepada pimpinan wilayah. Selain itu, membangun sistem surveilans yang kuat untuk deteksi kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (Ant/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved