Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERIKSAAN darah ternyata dapat membantu mendiagnosis gejala awal terkait autisme pada anak. Riset dari Universitas Warwick di Inggris dan Universitas Bologna di Italia menemukan bahwa tes darah selama 4 jam itu diyakini dapat mengatasi kerusakan pada darah yang mencerminkan masalah otak terkait gejala autistik.
Pemimpin riset, Naila Rabbani, mengaku mengerjakan riset itu selama lima tahun. Tim riset merekrut 38 anak dengan gangguan spektrum autisme, berusia 5-12 tahun, serta 31 anak sehat pada usia yang sama. Mereka menemukan anak-anak autis memiliki kerusakan pada protein di plasma darah mereka karena gula dan molekul berbahaya yang mengandung oksigen.
Hasil tes darah dan urine digunakan untuk mengembangkan sistem komputer untuk mendiagnosis autisme berdasarkan tanda-tanda biologis. Sistem menunjukkan 36 dari 38 anak autis dengan akurasi keseluruhan hingga 88%. Hasil riset telah dipublikasikan di jurnal Molecular Autism.
Namun, Max Davie, dari Royal College of Paediatrics and Child Health, mengatakan riset belum dapat digunakan dalam populasi besar karena akan menghasilkan hasil tes positif palsu.(Dailymail/Ire/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved