Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kementan-FAO Buat Proyek Percontohan Penanggulangan Penyakit Zoonosis

MICOM
08/2/2018 11:09
Kementan-FAO Buat Proyek Percontohan Penanggulangan Penyakit Zoonosis
(Ilustrasi)

KEMENTERIAN Pertanian dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memilih empat wilayah di Indonesia sebagai tempat proyek percontohan untuk penanggulangan penyebaran penyakit menular zoonosis.

Hal itu diungkapkan Pada sebuah diskusi di sini pada Rabu,

Penasihat Teknis Nasional untuk Satu Pengendalian Kesehatan dan Zoonosis FAO- ECTAD Indonesia, Andri Jatikusumah mengatakan lokasi proyek percontohan tersebut ialah Bengkalis, Provinsi Riau, Ketapang (Kalbar), Boyolali (Jateng) dan Minahasa di Sulut).

"Sulawesi Utara menghadapi risiko tinggi terkena penyakit ini, oleh karena itu dipilih sebagai tempat untuk proyek percontohan. Kami memilih area berdasarkan risiko dan kondisi infrastruktur medis dan komitmen daerah administrasi untuk melaksanakan proyek ini, "kata Andri.

Zoonosis adalah penyakit menular yang bisa menyebar dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Andri menambahkan pencegahan dan pemberantasan zoonosis dan Emerging Infectious Disease (EID), di empat daerah itu ditangani bersama engan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Kementerian Pertanian.

Sementara itu FAO dan Kementerian Pertanian akan berupaya meningkatkan kapasitas petugas lapangan untuk mencegah penyebaran zoonosis dan EID, yang merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia.

"Peningkatan kapasitas petugas lapangan sangat diperlukan karena mereka adalah yang pertama mendeteksi gejala apapun dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam kejadian yang mewabah," kata Andri.

Fokus proyek percontohan adalah mengatasi tiga zoonosis utama yakni penyakit - rabies, antraks, dan avian influenza (AI) atau flu burung dan baru EID.

Kepala Bagian Sistem Informasi Epidemiologi dan Kesehatan Hewan
Kementan Andi Hidayat menjelaskan hampir 60 persen penyakit menular berasal dari hewan.

Andi juga mengatakan sekitar 75 persen penyakit manusia, yang disebarkan oleh mikroba termasuk HIV, influenza seperti H1N1, H5N1, dan H7N9, sindrom pernafasan akut (SARS), MERS-CoV, Ebola, Marburg, dan Nipah, juga berasal dari binatang.

EID baru, yang sudah lama ditemukan pada burung liar dan manusia yang bisa menyebar dengan cepat. "Jenis penyakit ini menyebar dengan cepat bisa melalui transportasi global, urbanisasi dan manipulasi biomedis. Penggunaan antibiotik yang tidak benar juga berkontribusi meningkat
penyebaran bakteri jenis ini," imbuh Andi.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya