Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Bisa Kontraproduktiv, Badan POM Ingatkan Pemberian Vaksin Dengvaria Dipantau Ketat

Indriyani Astuti
08/2/2018 10:39
Bisa Kontraproduktiv, Badan POM Ingatkan Pemberian Vaksin Dengvaria Dipantau Ketat
(Ilustrasi)

VAKSIN Dengvaxia dapat digunakan untuk mengurangi risiko kejadian dan keparahan demam berdarah dengue pada anak usia 9-16 tahun yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi virus dengue (seropositif). Kendati demikian vaksin Dengvaxia tidak boleh digunakan pada individu yang belum pernah terinfeksi virus dengue (seropositif) sehingga penggunaannya harus diawasi secara ketat.

Demikian hasil evaluasi Badan Pengawas Obat Makanan (POM) menindaklanjuti isu keamanan vaksin dengue (Dengvaria). Badan POM telah melakukan evaluasi kembali keamanan dan manfaat dari vaksin tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi dari laman Badan POM, hasil re-evaluasi menunjukkan bahwa pemberian vaksin Dengvaxia pada individu yang seronegatif dapat menyebabkan demam berdarah dengue berat dan peningkatan risiko rawat inap yang lebih tinggi, dibandingkan dengan individu seronegatif yang tidak diberikan vaksin (plasebo).

Selain itu, pada anak usia kurang dari 9 tahun, khasiat vaksin pada individu seronegatif lebih kecil dibandingkan individu yang sudah pernah terinfeksi dengue.

Vaksin Dengvaxia memberikan khasiat baik pada individu yang sudah pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya (seropositif) dengan usia 9-16 tahun.

"Terkait hal tersebut, Badan POM RI telah memberikan instruksi kepada PT. Aventis Pharma untuk memantau secara ketat penggunaan vaksin Dengvaxia di Indonesia, terutama pada pasien yang telah teridentifikasi menerima vaksin Dengvaxia," ujar Kepala Badan POM Penny Lukito di Jakarta, Kamis (8/2).

Meskipun sampai saat ini, tidak ada laporan efek samping vaksin Dengvaxia yang diterima oleh Badan POM, prinsip kehati-hatian mengharuskan tenaga kesehatan profesional dan semua pihak yang terkait, agar mengedepankan keselamatan pasien dalam pemberian vaksin.

Evaluasi kembali yang dilakukan memerhatikan hasil studi terbaru dan data keamanan vaksin Dengvaria di Indonesia termasuk juga hasil evaluasi yang dilakukan oleh WHO serta memerhatikan hasil rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Untuk diketahui, sebelumnya Filipina dilaporkan menghentikan program imunisasinya yang mengggunakan vaksin dengeu tersebut karena pemberian vaksin pada sejumlah kasus justru memperparah penyakit. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya