Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ikut Sail Sabang 2017, LIPI Diseminasikan Hasil Penelitian

Micom
30/11/2017 19:57
Ikut Sail Sabang 2017, LIPI Diseminasikan Hasil Penelitian
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) turut berpartisipasi dalam kegiatan Sail Sabang 2017 yang diselenggarakan di Sabang, Aceh.

Dalam rangkaian kegiatan Sail Sabang itu, LIPI berpastisipasi dalam pameran 'Wonderful Sabang Expo 2017' pada 1 hingga 5 Desember 2017 serta menggelar Open Ship Kapal Riset Baruna Jaya (KR BJ) VIII LIPI pada 1 hingga 2 Desember 2017.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin, mengatakan bahwa keikutsertaan LIPI di Sail Sabang merupakan sarana untuk menunjukan kontribusi LIPI bagi pengayaan Iptek di masyarakat melalui hasil-hasil risetnya di bidang kelautan.

Sail Sabang menjadi wadah bagi LIPI untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian LIPI, khususnya bidang oseanografi, kepada publik secara interaktif melalui pameran. Juga memberikan informasi dan pengalaman kepada masyarakat, tentang KR BJ VIII LIPI sebagai salah satu kapal riset kelautan di Indonesia.

“LIPI memiliki hasil riset keanekaragaman dan potensi hayati laut, hasil riset lingkungan dan lainnya. Ini menjadi modal penting dalam memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengelola potensi laut dan mencegah ancaman kepunahan penurunan biodiversitas biota laut akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia,” jelas Zainal.

Dirhamsyah, Kepala P2O LIPI, mencermati bahwa hasil-hasil riset LIPI terkait kelautan telah ada dalam sejarah dan kiprahnya telah ada di skala nasional dan internasional. Berbagai data dan material riset berupa koleksi biota laut Indonesia telah diperoleh sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi bangsa Indonesia.

Data hasil riset tentang lingkungan laut dan sumber daya laut yang dilakukan P2O LIPI, khususnya penelitian yang terkait ekosistem pesisir baik mangrove, lamun dan terumbu karang, menjadikan satuan kerja LIPI ini dipercaya sebagai wali data untuk status terumbu karang dan lamun secara nasional.

“Hal tersebut juga menjadi peluang diseminasi bagi P2O dalam memberikan penyadaran bagi masyarakat tentang arti penting ekosistem lamun dan terumbu karang,” tutur Dirhamsyah.

Di sisi lain, material riset seperti koleksi biota laut diharapkan menjadi sumber informasi bagi masyarakat dan dapat dijadikan sebagai rujukan ilmiah bagi kalangan akademisi. Melalui koleksi biota laut ini, pengenalannya secara tepat dapat dilakukan dan diajarkan kepada pihak yang berkepentingan, baik akademisi, pelaku bisnis, maupun pihak terkait lainnya.

"Hingga akhirnya diharapkan pengenalan dan edukasi tentang biota laut menjadi acuan dalam membuat aturan atau kebijakan dalam tataran spesies," tambahnya.

P2O LIPI juga berperan dalam upaya penanggulangan penurunan biodiversitas dan hilangnya biota laut komersial di alam. Satuan kerja ini menanggulanginya dengan riset-riset budidaya biota laut sebagai terobosan dalam ketahanan pangan nasional dan sebagai upaya konservasi.

"Kesuksesan hasil riset budidaya biota laut ini perlu didesiminasikan ke masyarakat agar bisa dimanfaatkan seluas-luasnya, termasuk bagi masyarakat Sabang lewat Sail Sabang 2017," pungkas Dirhamsyah. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya