Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ancaman Pemblokiran Whatsapp Dicabut, Aplikasi Lain Dipantau

Dhika Kusuma Winata
08/11/2017 18:27
Ancaman Pemblokiran Whatsapp Dicabut, Aplikasi Lain Dipantau
(AFP)

PEMERINTAH resmi mencabut ancaman pemblokiran Whatsapp terkait dengan konten pornografi dalam bentuk GIF yang terdapat dalam aplikasi pesan singkat itu. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan pihak Whatsapp dan mitra penyedia GIF yakni Tenor dan Ghipy sudah melakukan bersih-bersih sehingga konten pornografi yang ada aksesnya dibatasi, khusus bagi pengguna di Indonesia.

"Batas waktu 2x24 jam sudah tidak berlaku. Tenor sudah membuat fitur agar konten-konten yang bertentangan tidak bisa lagi diakses. Giphy juga sudah membuat batasan," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pengerapan saat jumpa pers di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (8/11).

Semuel menegaskan kepada setiap perusahaan penyedia layanan pesan singkat dan media sosial agar tetap patuh pada peraturan yang berlaku di Indonesia. Dirinya menyatakan pemerintah terbuka dengan bisnis asing sepanjang tidak melanggar ketentuan. "Bisnis di sini (Indonesia) silakan. Tapi ikuti aturan," tegasnya.

Imbas dari bersih-bersih itu, konten GIF pada aplikasi Whatsapp tidak bisa di akses sama sekali melalui ponsel pintar. Semuel mengatakan dalam paling lambat dua hari aksesnya akan kembali normal. Pihaknya akan terus memonitor langkah pembersihan tersebut.

Untuk ponsel pintar yang menggunakan aplikasi keyboard pihak ketiga seperti Gboard (keyboard Google), konten GIF yang mengarah pornografi masih bisa diakses. Menganggapi itu, Semuel menyatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan pihak Google untuk menyelesaikannya.

"Gboard akan kami pelajari dulu baru ditindaklanjuti. Dalam waktu dekat ini kami juga akan bertemu Google untuk menangani gambar-gambar pornografi secara lebih efektif," ucap Semuel.

Sebelumnya, juru bicara Tenor Jennifer Kutz dalam keterangan resmi menyatakan pihaknya berupaya menangani masalah konten yang diajukan oleh pemerintah. Ia mengatakan perusahaannya secara teratur bekerja dengan entitas lokal untuk memastikan konten Tenor mencerminkan persyaratan hukum negara bersangkutan.

Proaktif

Semuel menambahkan pihaknya mengapresiasi laporan masyarakat yang masuk terkait dengan pornografi pada layanan pesan singkat dan media sosial. Dirinya mengakui pemberantasan konten-konten negatif tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Karena itu ia mendorong masyarakat untuk terus proaktif.

"Jadi yang harus kita proteksi itu anak anak yang tidak sengaja membuka (pornografi). Konten seperti itu tumbuh terus setiap hari. Di Twitter misalnya itu ada sistem flagging untuk konten yang menunjukkan ketelanjangan (nudity). Mereka akan hapus kalau dilaporkan melalui flagging itu," ujarnya.

Ke depan, sambung Semuel, pihaknya tengah menyiapkan sistem filtrasi pornografi di internet dengan sistem crawling. Dirinya mengatakan sistem tersebut bakal beroperasi awal tahun depan.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya