Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kualitas Penduduk Berawal dari Keluarga

MI
04/10/2017 10:27
Kualitas Penduduk Berawal dari Keluarga
(Ilustrasi keluarga---MI/Ramdani)

INDONESIA akan memasuki fenomena bonus demografi atau peningkatan jumlah penduduk usia produktif secara signifikan. Hal ini terjadi karena keberhasilan program Keluarga Berencana (KB).

Melalui keberhasilan program KB, terjadi perubahan struktur umur penduduk yang ditandai dengan menurunnya rasio ketergantungan (dependency ratio) penduduk non-usia kerja (0-14 tahun dan >65 tahun) terhadap penduduk usia kerja (15-64 tahun).

Bonus demografi merupakan kondisi saat populasi usia produktif lebih banyak dari-pada usia nonproduktif. Indonesia sendiri diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada 2030.

“Menghadapi bonus demo-grafi, BKKBN mengambil peran meningkatkan kualitas penduduk melalui pembangunan keluarga.Mendorong agar setiap anak yang dilahirkan berkualitas dengan memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak di 1.000 hari pertama kehidupan. Dengan memberikan ASI eks-klusif, orangtua diharapkan cerdas mengurus buah hati mulai dari kebutuhan gizi hingga stimulus perkembang-annya,” jelas Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty pada kuliah umum Revolusi Mental Melalui Program Generasi Berencana (GenRe) di Universitas Flores, Kota Ende, NTT, kemarin.

BKKBN mengajak membangun keluarga yang berkualitas dengan keluarga berketa-hanan. Melalui program KB, setiap keluarga Indonesia diharapkan memiliki rata-rata 2 orang anak demi mewujudkan penduduk tumbuh seimbang (PTS) pada 2025, yang ditandai dengan angka fertilitas total (TFR) sebesar 2,1. Dengan memiliki 2 anak dan jarak antara kelahiran minimal 3-5 tahun atau tidak ada dua balita dalam satu keluarga, orangtua berkesempatan untuk memberikan asah, asih, dan asuh secara penuh kepada anak.

“Katakan tidak pada seks pranikah, katakan tidak pada pernikahan usia anak, katakan tidak pada narkoba. Generasi muda harus menjadi ge­nerasi berencana (genre). Merencana­kan masa depanmu. Merencanakan kapan selesai kuliah, bekerja, menikah. Menikahlah pada usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki,” demikian pesan Chandra. (RO/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya