Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERIAN gelar Doktor Honoris Causa kepada Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengundang polemik di internal Unair Surabaya.
Menurut rencana Selasa (3/10) Muhaimin Iskandar akan menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Unair Surabaya. Namun pemberian gelar itu, memunculkan polemik khususnya di internal Unair.
Reaksi itu datang dari kalangan Dosen di Fisip Unair Surabaya. "Rektorat sebaiknya melakukan sidang kembali dan menunda pemberian gelar tersebut hingga yang berkaitan memiliki komitmen dan aksi konkret yang jelas mengenai persoalan-persoalan multikulturalisme, pluralisme dan toleransi yang berlangsung di Jawa Timur," kata dosen Fisip Unair, Airlangga Pribadi, Senin (2/10).
Menurutnya, pemberian gelar paling mulia itu belum sesuai dengan apa yang dilakukan yang bersangkutan. Selain itu, kata Airlangga, belum tepat terlebih kontribusi yang diberikan yang bersangkutan belum tampak bagi negara maupun bagi Provinsi Jawa Timur ini.
Airlangga menilai, standar penganugerahan gelar itu jelas memiliki kontribusi yang besar terhadap kemanusiaan, agar semua pihak tidak diragukan dan Muhaimin akan merasa terhormat serta Unair tidak akan malu karena proses itu yang telah bangun itu terlihat.
Ia mengatakan kesepakatan yang disuarakan oleh perwakilan dosen Fisip Unair itu, agar gelar yang diperoleh Muhaimin tidak terkesan mubadzir dan cuma-cuma. "Kemarin sudah mengirimkan surat kepada Rektorat secara tertutup, sikap yang diambil ini kenapa dilakukan, karena kami sepakat dan ingin aksi politik itu lebih dipertimbangkan agar reputasi Unair tidak dipertaruhan, dan Cak Imin juga merasa terhormat dengan gelar doktor yang diperoleh," ungkapnya.
Ia mengatakan, kenapa hal tersebut perlu jika dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan oleh mantan Presiden Gus Dur sangat mumpuni mengenai hal itu. "Jika dibandingkan dengan Gus Dur, memang belum terlihat. Itu bisa diperoleh dari proses apa yang telah dilakukannya, agar gelar itu tidak terkesan cuma-cuma diberikan," ujarnya.
Humas Unair Surabaya Sukowidodo yang dihubungi enggan berkomentar. "Silakan ke rektor saja, sebab keputusan ada di rektor," ujarnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved