Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ke Puskesmas, Bukan Buat berobat, Tapi Jaga Kesehatan!

Iis Zatnika
30/9/2017 13:11
Ke Puskesmas, Bukan Buat berobat, Tapi Jaga Kesehatan!
(Kader Kesehatan Puskesmas Jetis, Bantul, Yogyakarta, Sumi Hartiwi (tengah) melakukan edukasi kesehatan pada warga---MI/Iis Zatnika)

SENIN pagi selalu meriah di Puskesmas Jetis 1, kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Sedikitnya 40 warga, sebagian diantaranya lanjut usia (lansia), serta para kader kesehatan Puskesmas melakukan senam bersama. Senam lansia, jantung hingga diabetes melitus (DM) digelar bergiliran setiap pekannya.

Salah satu warga desa yang nyaris tak pernah absen, Sumi Hartiwi, 59. Kader Kesehatan Puskesmas Jetis itu, bukan cuma mesti menunaikan tugasnya mengabsen peserta, memastikan kesiapan peralatan dna lokasi, namun juga ikut serta jadi peserta.

Sejak 2009 lalu, janda tanpa anak ini menderita DM, sehingga ia pun memacu dirinya agar disiplin menunaikan tugasnya sebagai kader, pun mengimplementaiskannya buat kesehatan dirinya sendiri. "Tiap dusun punya kadernya sendiri, saya sendiri dari Dusun Karang Semut. Kami bersama-sama bertanggung jawab menyelenggarakan posyandu balita, kegiatan utamanya menimbang untuk mendeteksi kesehatan balita, posyandu lansia untuk memantau kesehatan dan kesejahteraan lansia, termasuk membujuk mereka yang sakit untuk berobat ke Puskesmas atau mengajak lansia yang sakit terlantar untuk berobat," kata Sumi yang juga aktivis Perempuan Kepala kelaurga (Pekka), organisasi yang bergiat memberdayakan perempuan yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Menularkan Germas
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan pada 2016, menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari para kader kesehatan, yang berikhtiar terus menularkannya pada sekitar. Sumi salah satunya, ia mengaku memanfaatkan betul kesempatan untuk mengimplementasikan Germas buat diri dan warga dusunnya.

"Bertemu dengan dokter puskesmas atau programer yang menjalankan program kesehatan, itu berharga sekali. Berkat pengetahuan itu, saya sendiri bisa menjaga kadar gula darah saya pada angka 115, sekaligus menyebarkan semangat yang sama bagi pasien DM lainnya, lansia agar terus sehat," ujar Sumi.

Tiga PR Sumi
Berbagai jenis senam yang rutin diikuti dan dipersiapkannya buat warga desa, merupakan salah satu implementasi Germas yang kini tengah digeber Kementrian Kesehatan (Kemenkes), melakukan aktivitas fisik secara cukup dan teratur.

Germas kedua, mengkampanyekan makan buah dan sayur, bagi Sumi, tak sulit dilakukan. "Namanya orang desa ya makan sayur itu bagian dari sehari-hari, buah juga kan murah. Tapi ya sekarang yang kami kampanyekan, hindari penyedap saat memmasak, agar sehatnya optimal," ujar Sumi.

Sementara, praktik Germas ketiga, memeriksakan kesehatan secara teratur, kini intens ditularkan Sumi dengan membina sedikitnya 40 penderita DM di Puskesmas Jetis 1. "Jadi ada pemeriksaan sebulan sekali, cek gula darah sewaktu juga kontrol dokter. Itu setiap Rabu minggu pertama setiap bulannya," ujar Sumi.

Target Sumi, warga yang dinanunginya, terutama yang menderita DM, bisa menekan gula darah hingga terhindar dari berbagai dampak negatif, berkurangnya penglihatan dan luka yang tak kunjung sembuh. "paling awas kalau sampai 500-800, waduh itu bahaya banget, Makanya saya pastikan pasien DM rutin kontrol," ujar Sumi yang mengaku lega karena salah satu tugasnya sebagai kader, memastikan balita dana anak-anak yang menjadi sasaran imunisasi camapk dan rubella, telah tunai dilaksanakan.

Pusat hingga Jetis
Kini, ia tengah berburu warga yang terlihat memiliki gelaja batuk mendekati kecurigaan TBC untuk diajak memeriksakan diri ke Puskesmas. "Ini termasuk merayu dan mengantar ke Puskesmas lo, jangan sampai lolos dan kemudian ia menularkan pada warga desa," ujar Sumi. Dari pusat, Germas dieksekusi Sumi hingga menjadi berkah, bagi dirinya juga warga dusun. (Zat/OL-08)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya