Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CINTA cucu. Itulah yang membuat Wija dan Saronah, dua jemaah haji perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, dari Kloter SOC 48 Embarkasi Solo, membeli banyak mainan untuk oleh-oleh dari Tanah Suci.
Sayangnya barang belanjaan mereka jadi berlebihan hingga tak muat masuk ke tas jinjing. Koper mereka juga sudah masuk bagasi pesawat. Akhirnya, petugas membongkar tas dan membuang kardus-kardus pembungkus mainan. Sang pemilik barang terpaksa memakai baju tiga lapis agar ada ruang untuk mainan-mainan itu di tas jinjing mereka.
“Saya terpaksa pakai tiga mukena sekaligus. Jadi empat lapis ini, ditambah baju yang saya pakai. Sajadah saya kalungkan juga,” kata Wija, nenek dari 12 cucu, saat ditemui di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Kamis (21/9).
Rekannya, Saronah, juga melakukan hal sama. Ia memakai tiga lapis baju ditambah sajadah. Ia pun membagikan apel, jeruk, dan anggur yang selama ini ia kumpulkan dari jatah makan siang dan makan malam selama di Madinah.
“Saya sudah janji pada cucu-cucu untuk membelikan oleh-oleh. Buah-buahan saya bagikan ke teman-teman. Tadinya akan saya makan di pesawat,” ujar Saronah kepada wartawati Media Indonesia Siswantini Suryandari di Madinah.
Masalah kelebihan barang juga dialami sejumlah jemaah. Terutama mereka yang nekat membawa jeriken berisi air zamzam. “Semua air zamzam mohon ditinggalkan di bandara, ya,” kata Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja (Daker) Bandara, Arsyad Hidayat.
Para jemaah akhirnya terpaksa membuang jeriken atau botol-botol plastik berisi air zamzam. Sebenarnya, larangan membawa air zamzam ke kabin pesawat sudah disosialisasikan. Para jemaah sudah diberi tahu bahwa mereka akan mendapatkan pembagian air zamzam sebanyak 5 liter di Embarkasi. Namun, aksi coba-coba membawa air zamzam ke kabin pesawat masih saja terjadi.
Hal itu sangat disayangkan karena saat melakukan penyisiran dan menemukan air zamzam di koper, petugas akan langsung mengeluarkannya untuk dibuang.
“Saat dikeluarkan itu terkadang barang lain ikut tercecer. Kami sering mendapat laporan barang jemaah hilang setelah di-sweeping. Jadi lebih baik tidak perlu coba-coba membawa air zamzam ke pesawat,” imbaunya. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved