Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SERAT pangan atau dietary fiber merupakan bagian dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi, tersusun dari karbohidrat yang tidak dapat dicerna enzim-enzim pencernaan. Sifat yang demikian mendatangkan banyak keuntungan bagi kesehatan manusia.
“Serat pangan membantu memperlancar jalannya makanan mulai dari mulut hingga ke saluran pembuangan pada tubuh manusia. Tak hanya itu, serat pangan juga membantu pengendalian kadar gula darah dan kolesterol,” terang dokter spesialis penyakit dalam Hardianto Setiawan Ong, pada peluncuran krimer multifungsi berkandungan serat tinggi, FiberCreme, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam proses pencernaan, penyerapan terhadap glukosa dan kolesterol dari makanan terjadi dalam usus halus. Keberadaan serat yang cukup dalam usus halus akan menghambat proses penyerapan tersebut. Dengan demikian, serat membantu mengendalikan kadar gula dan kolesterol.
Selanjutnya, di usus besar yang menjadi tempat pemrosesan akhir sebelum pembuangan feses, serat juga berperan penting. Keberadaannya membantu memperbaiki konsistensi kotoran sehingga buang air besar menjadi lebih lancar. “Dengan buang air besar yang lancar, kontak antara fese dan dinding usus besar tidak berlangsung terlalu lama. Hal itu penting untuk pencegahan kanker usus besar sebab salah satu pemicu kanker usus besar ialah penyerapan racun oleh usus besar yang terjadi ketika kontak dengan feses terlalu lama.”
Selain manfaat tersebut, lanjut Hardianto, serat dalam usus juga berfungsi sebagai prebiotik atau makanan bagi bakteri-bakter baik. “Ini sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.”
Serat juga membantu program penurunan berat badan. Keberadaan serat dalam saluran pencernaan akan memberi efek rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu pengaturan frekuensi makan.
Asupan rendah
Mengingat pentingnya asupan serat, Kementerian Kesehatan dalam Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan konsumsi serat sebesar 25 gram-30 gram per hari melalui konsumsi sumber pangan kaya serat seperti sayur dan buah-buahan. Namun, data Puslitbang Kementerian Kesehatan 2001 menunjukkan rata-rata orang Indonesia hanya mengonsumsi serat 12 gram-15 gram per hari.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 juga menunjukkan bahwa hanya 6,5% masyarakat Indonesia yang cukup asupan serat pangannya karena 93,5% dari masyarakat Indonesia tergolong kurang makan sayur dan buah.
“Kondisi tersebut mendasari upaya kami untuk memformulasikan krimer berkandungan serat tinggi. Idenya, bagaimana agar masyarakat bisa mendapat asupan serat cukup dengan menambahkan krimer itu diminuman atau makanan favorit mereka,” ujar Direktur PT Lautan Natural Krimerindo Hendrik Gunawan, mewakili produsen FiberCreme.
Menurut dia, produk yang bisa menggantikan santan dan susu itu telah melalui penelitian ilmiah di Laboratorium Pangan dan Gizi, Departemen Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Pada kesempatan sama, Prof Y Marsono yang memimpin penelitian itu menjelaskan hasilnya. “Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh FiberCreme terhadap kadar glukosa dan profil lipid darah pada tikus diabetes hiperkolesterol. Setelah empat minggu, pada kelompok tikus yang asupan seratnya 100% digantikan dengan FiberCreme didapati kadar glukosa turun 146 mg/dL (56%), kolesterol 84 mg/dL (46%).”
Ke depan, lanjut Prof Marsono, diperlukan penelitian lebih lanjut pada subjek manusia. (Nik/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved