Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
IKLIM Kota Melbourne, Australia, yang memiliki alam yang indah dan suasana yang tenang sangat mendukung dalam studi. Hal itu diakui alumnus S-3 Monash University (MU), Misita Anwar, di sela-sela pameran pendidikan bertajuk Doctoral Program Information Day, di Jakarta, pekan lalu.
MU merupakan kampus terbesar di ‘Negeri Kanguru’ dengan fasilitas lengkap. Fasilitas itu membuat kuliah di kampus terbaik peringkat dunia ini terasa menyenangkan.
“Ya, bagi saya kuliah di sini amat menyenangkan kendati sebagai ibu rumah tangga mempunyai berbagai tantangan dan tidak mudah menuntaskan doktoral yang saya tempuh di Monash University ini,” kata Misita.
Misita menyelesaikan kuliah doktor pada 2014, dengan disertasi berjudul Pengeksplorasian Dampak Mobile Phone terhadap Micro-entrepreneur di Indonesia. Program doktornya itu didukung beasiswa Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kini, perempuan kelahiran Makassar 1972 itu mengabdikan ilmunya di tanah kelahirannya sebagai dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM) Sulawesi Selatan dengan mengajar mata kuliah pengembangan informasi dan teknologi komunikasi.
Tidak hanya S-3, gelar S-2 juga diraihnya di Australia, tepatnya di University of New South Wales, Sydney, pada 2013. Untuk gelar S-1, Misita meraihnya dari La Trobe University, Melbourne, 1998.
Meskipun iklim dan suasana di Melbourne mendukung studinya, Misita masih menghadapi dua tantangan. Yaitu, menulis artikel ilmiah dalam bahasa Inggris dan rasa jenuh.
Menulis artikel ilmiah dalam bahasa Inggris, ada bias karena bukan pengguna asli bahasa tersebut. Untuk itu, Misita mengakui harus berpartner dengan peneliti native (setempat) agar berhasil.
“Saya pernah ditolak, tetapi dengan iklim akademik yang positif dan terbuka di Monash, saya terbantu dan dapat menulis tugas laporan jurnal ilmiah itu,” ungkapnya.
“Kuliah di MU yang bereputasi dunia membantu kita termotivasi lebih kuat untuk berkarya lebih baik,” cetusnya.
Tantangan kedua, lanjutnya, munculnya kejenuhan yang menyergap. Mengambil studi doktor dalam waktu empat tahun terkadang dihinggapi rasa bosan. Itu mengingat Misita sudah berkeluarga dengan dua anak. Ditambah lagi saat menyusun disertasi, ia sedang hamil anak ketiga.
Pada acara itu, pihak MU memberikan kesempatan untuk mendapatkan program doktoral dalam mendukung pengembangan karier ataupun promosi akademik.
“Kami memberikan informasi bagi calon mahasiswa S-3 untuk mencari informasi tentang MU pada kegiatan Doctoral Program Information Day ini,” kata Senior Pra Vice Chancellor (Academic) Zlatko Skrbis di acara tersebut.
Ia menjelaskan MU telah lama menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Saat ini terdapat 70 mahasiswa yang mengambil program doktor di MU. (Syarief Oebaidillah/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved