Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tanggap Pandemi Flu Diuji

Indriyani Astuti
20/9/2017 09:23
Tanggap Pandemi Flu Diuji
(ANTARA/MUHAMMAD IQBAL)

KESIAPSIAGAAN dan kemampuan Indonesia dalam menanggulangi episenter pandemi influenza jenis baru, yakni H7N9, diuji dalam simulasi yang mengadaptasi kerangka kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana.

Dari simulasi penanganan pandemi influenza yang berlangsung kemarin dan hari ini dapat terlihat kesiapan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat.

“Simulasi akan menguji seluruh aspek kesiapsigaan mencangkup surveilans, respons medis, risiko, dan dampak terjadinya pandemi bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Fadila Djuwita Moelek saat pembukaan simulasi penanggulangan pandemi influenza di Puspitek, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kemarin.

Ia mengatakan perubahan iklim yang tengah terjadi dapat memengaruhi kesehatan. “Kita tidak bisa mengetahui penyakit apa yang akan terjadi dan yang paling penting apakah siap dengan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia saat menghadapiny­a,” ujar Nila.

Indonesia telah tiga kali melakukan simulasi penanggulangan pandemi influenza. Pertama, berlangsung di Desa Dangin, Tukadaya, Bali, pada 2008, Sulawesi Selatan pada 2009, dan tahun ini Tangerang Selatan dipilih menjadi lokasi simulasi dengan cakupan lebih luas.

“Tangerang Selatan dipilih karena merupakan salah satu lokasi penemuan kasus flu burung pada 2005,” ujar Menkes.

Acara juga dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Banten Andika Hazrumy, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rach­mi Diany, dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes M Subuh.

Wakil Gubernur Provinsi Banten Andika Hazrumy mengatakan sepanjang 2005-2017 di wilayahnya terdapat 34 kasus yang avian influenza, atau flu burung. Sebanyak 31 orang di antara mereka meninggal.

Sementara itu, Dirjen P2P Kemenkes Mohamad Subuh mengatakan simulasi sengaja dilaksanakan dalam kerangka kebencanaan nasional dengan cakupan lebih luas dan melibatkan partisipasi lintas sektoral. Simulasi berlangsung di Perumahan Puspiptek, Pasar Modern BSD, Puskesmas Setu, Rumah Sakit Eka, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta, Pos La­pangan/RS Lapangan, Gedung Widya Bhakti, dan KKP Pelabuhan Merak.

Tanggap darurat
Direktur Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu menjelaskan kegiatan simulasi mencangkup deteksi dini penularan flu burung dari unggas ke manusia atau adanya sinyal epidemiologi untuk kemudian dinyatakan sebagai kejadian luar biasa.

Selanjutnya, simulasi melakukan penanggulangan dan pengakhiran atau pencabutan status episenter pandemi.

Penetapan status tanggap darurat sinyal epidemiologi, kata Wiendra, ditandai dengan adanya indikasi sinyal epidemiologi penularan virus influenza baru yang berpotensi menjadi pandemi dan menular antarmanusia. (H-2)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya