Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH harus lebih gencar menyosialisasikan pedoman gizi seimbang untuk menyelesaikan dua masalah yang kini dihadapi anak-anak Indonesia, yakni masalah kekurangan gizi dan obesitas. Sebabnya, masalah gizi dapat menghambat pembangunan.
Kepala Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Ahmad Syafiq mengatakan pedoman gizi seimbang dapat memecahkan masalah gizi pada anak-anak. Namun, selama ini hal itu kurang disosialisasikan.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 37% atau sekitar 9 juta anak balita di Indonesia mengalami masalah stunting (perawakan pendek akibat kurang gizi kronis). Di sisi lain, 18,8% anak usia 5 tahun-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 10,8% menderita obesitas.
Penanganan masalah gizi, ujarnya, juga harus dilakukan lintas sektor sehingga semua pihak memiliki pemahaman yang sama dan kesadaran bahwa bila masalah tersebut dapat dituntaskan, itu akan berdampak pada perbaikan ekonomi.
"Masalah gizi harus diselesaikan bersamaan dan tidak bisa hanya menyelesaikan satu sisi saja, misalnya, hanya menyelesaikan masalah kekurangan gizi," kata Ahmad dalam pelatihan seputar gizi seimbang yang diikuti 270 guru sekolah dasar (SD) di Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/9).
Pelatihan untuk para guru atau training of trainer itu diselenggarakan PT Frisian Flag Indonesia (FFI) sebagai rangkaian Gerakan Nusantara (Minum Susu Tiap Hari untuk Anak Cerdas Aktif Indonesia).
Menurut Ahmad, selain harus terus-menerus, sosialisasi gizi seimbang harus disertai dengan penjelasan logis seperti dilakukan kepada para guru melalui training of trainer.
Pedoman gizi seimbang mengacu ke panduan yang dikeluarkan Kemenkes pada 2014 yang disebut Piring Makanku. Pada panduan ini, dalam sekali makan komposisi makanan dalam piring terdiri atas sepertiga makanan pokok, sepertiga sayuran, dan sepertiga lauk serta buah.
Sementara itu, CSR Manager PT FFI Refa Griyanda berharap pengetahuan yang diperoleh para guru dalam pelatihan yang diselenggarakan PT FFI bisa ditransfer kepada para murid untuk pola hidup lebih sehat melalui konsumsi gizi seimbang dan beraktivitas fisik. (Pbu/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved