Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kalbe-Genexine Kembangkan Obat Bioteknologi

12/9/2017 08:23
Kalbe-Genexine Kembangkan Obat Bioteknologi
()

PT Kalbe Farma Tbk menjalin kerja sama dengan perusahaan obat biologi asal Korea Selatan, Genexine, dalam mengembangkan dan membuat bahan baku obat-obatan bioteknologi. Kedua perusahaan farmasi yang kuat dalam bidang riset dan inovasi tersebut bersama-sama mendirikan perusahaan, PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio), di Indonesia.

“Kebanyakan obat kimiawi yang diproduksi dalam negeri bahan bakunya diimpor. Dengan mendirikan pabrik obat biologi dan membuat bahan bakunya di sini, diharapkan impor bahan baku obat-obatan berkurang dan menekan pengeluaran devisa,” kata Direktur PT Kalbe Tbk Sie Djohan di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, upaya itu juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan. Tujuannya ialah kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh obat-obatan dengan harga terjangkau.

Djohan menjelaskan, kerja sama Kalbe-Genexine mencakup untuk alih teknologi demi mengembangkan obat-obatan bioteknologi.
Pada kesempatan sama, Executive Vice Presiden Ge­nexine, Kyu-do­n Kim, menyampaikan KG Bio akan segera mengeluarkan produk obat biokimia, yakni erythropoietin (EPO) tahun depan. Saat ini prosesnya sudah sampai uji klinik fase tiga pada pasien.

“EPO yang tengah dikembangkan efikasinya lebih panjang daripada EPO yang ada sekarang. Obat itu berguna untuk pasien gagal ginjal yang harus cuci darah. Fungsinya mempercepat pembentukan sel-sel darah merah yang rusak pascaterapi cuci darah,” terang Kim.

Dia menambahkan, berbeda dengan obat-obatan kimiawi, obat bioteknologi memiliki bahan baku yang berasal dari makhluk hidup, seperti sel mamalia yang dikembangkan. Agar obat itu bisa digunakan pada manusia, dibutuhkan inovasi dan biaya investasi yang tidak sedikit.

“Obat bioteknologi yang diproduksi di Indonesia nantinya dapat dipasarkan ke luar negeri seperti negara-negara di ASEAN, Timur Tengah, Taiwan, dan Australia.” (Ind/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya