Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAI besar seperti yang berturut-turut melanda beberapa wilayah di Amerika Serikat (AS) diprediksi tidak akan terjadi di Indonesia. Namun, Indonesia turut mengalami dampak dari kenaikan suhu muka laut dalam bentuk perubahan cuaca yang tidak menentu.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus Subagyo mengatakan fenomena badai pada dasarnya merupakan hal biasa. Namun, tahun ini menarik perhatian dunia karena waktu antarkejadiannya berdekatan dan sekaligus banyak.
Seperti diketahui, pada 25 Agustus hingga 2 September 2017 setidaknya delapan negara bagian di Amerika terkena dampak badai Harvey. Selanjutnya, sejak 5 September lalu badai Irma menerjang beberapa wilayah di AS, salah satunya Florida. Diprediksi, masih akan ada badai susulan yang akan terjadi.
Penyebab terjadinya badai, kata Yunus, di antaranya karena peningkatan suhu muka air laut. Semakin lama suhu tinggi itu berlangsung, badai akan semakin sering muncul.
“Sementara kalau di Indonesia sendiri hanya sebagai tempat munculnya bibit badai tropis, hanya memengaruhi cuaca berupa hujan lebat dan berangin yang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia,” ujar Yunus.
Terkait dengan cuaca di Tanah Air, Yunus mengatakan jika dibandingkan dengan tahun lalu, pada 2017 ini sebagian wilayah Indonesia lebih kering, tetapi lebih basah daripada 2015. Berdasarkan pantauan, beberapa tempat di Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut selama lebih dari 60 hari. Bahkan ada beberapa tempat di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan NTT yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 100 hari.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Mulyono R Prabowo menambahkan, saat ini sekitar 86% wilayah Indonesia tengah mengalami musim kemarau, sedangkan 14% lainnya masih banyak terjadi hujan.
Beberapa wilayah seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua akan memasuki awal musim hujan pada Oktober-November. Untuk Maluku bagian tengah akan mendapat curah hujan rendah pada Oktober-November. (Pro/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved