Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Badai seperti di AS tidak akan Melanda RI

12/9/2017 06:58
Badai seperti di AS tidak akan Melanda RI
(ANTARA/JESSICA HELENA WUYSANG)

BADAI besar seperti yang berturut-turut melanda beberapa wilayah di Amerika Serikat (AS) diprediksi tidak akan terjadi di Indonesia. Namun, Indonesia turut mengalami dampak dari kenaikan suhu muka laut dalam bentuk perubahan cuaca yang tidak menentu.

Deputi Bidang Meteoro­logi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus Subagyo mengatakan fenomena badai pada dasarnya merupakan hal biasa. Namun, tahun ini menarik perhatian dunia karena waktu antarkejadiannya berdekatan dan sekaligus banyak.

Seperti diketahui, pada 25 Agustus hingga 2 September 2017 setidaknya delapan negara bagian di Amerika terkena dampak badai Harvey. Selanjutnya, sejak 5 September lalu badai Irma menerjang beberapa wilayah di AS, salah satunya Florida. Diprediksi, masih akan ada badai su­sulan yang akan terjadi.

Penyebab terjadinya badai, kata Yunus, di antara­nya karena peningkatan suhu muka air laut. Semakin lama suhu tinggi itu berlangsung, badai akan semakin sering muncul.

“Sementara kalau di Indonesia sendiri hanya sebagai tempat munculnya bibit badai tropis, hanya memenga­ruhi cuaca berupa hujan lebat dan berangin yang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia,” ujar Yunus.

Terkait dengan cuaca di Tanah Air, Yunus mengatakan jika dibandingkan dengan tahun lalu, pada 2017 ini sebagian wilayah Indonesia lebih kering, tetapi lebih basah daripada 2015. Berdasarkan pantauan, beberapa tempat di Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut selama lebih dari 60 hari. Bahkan ada beberapa tempat di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan NTT yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 100 hari.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Mulyono R Prabowo menambahkan, saat ini sekitar 86% wilayah Indonesia tengah mengalami musim kemarau, sedangkan 14% lainnya masih banyak terjadi hujan.

Beberapa wilayah seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua akan memasuki awal musim hujan pada Oktober-November. Untuk Maluku bagian tengah akan mendapat curah hujan rendah pada Oktober-November. (Pro/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya