Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kini Info Tsunami Bisa Didapat Dalam Dua Menit

06/9/2017 19:19
Kini Info Tsunami Bisa Didapat Dalam Dua Menit
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

SEJUMLAH negara di kawasan Samudera Hindia bekerja sama guna meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana tsunami dengan berbagi informasi lewat program IOTIC (Indian Ocean Tsunami Information Centre - BMKG Program Office di Indonesia). Kini memungkinkan negara-negara yang berpotensi terdampak tsunami memeroleh informasi lebih cepat terhadap 'tamu tak diundang ini.'

Dalam kerja sama tersebut negara-negara di kawasan Samudra Hindia akan berbagi informasi dalam rangka memperbaiki informasi sampai ke masyarakat agar lebih responsif terhadap bencana, khususnya tsunami.

"Dengan Sistem ini bisa mempercepat penyampaian informasi tsunami dari sebelumnya dua jam menjadi empat menit. Kita akan kejar Jepang bisa dua menit dan kita ajarkan masyarakat untuk lebih waspada," ujar Plt Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Widada Sulistya di Jakarta, Rabu (6/9).

Guna untuk memberikan layanan peringatan dini tsunami dan sistem mitigasi di Samudera Hindia telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pada 27 Juni 2017 antara BMKG dan IOC-UNESCO.

BMKG juga mendukung pendanaan untuk pelaksanaan program IOTIC antara lain Annual Indian Ocean Regional Workshop (IORW); Annual Indian Ocean Capacity Building (IOCAP); Indian Ocean Tsunami Preparedness Studies and Research (IOSearch) dan mendukung pengembangan Indian Ocean Education and Awareness Material (IOTEAM).

Pascatsunami 26 Desember 2004, Indonesia dan negara-negara kawasan membangun sistem peringatan dini tsunami tepatnya mewujudkan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) di BMKG pada 2008 yang didukung oleh 16 kementerian dan lembaga.

Negara-negara Samudera Hindia juga membentuk Kelompok Koordinasi Antar Negara untuk Sistem Peringatan Dini dan Mitigasi di Samudera Hindia, Ketua ICG Intergovermental Coordination Group, Andi Eka Sakya mengatakan kegiatan tersebut sebagai koordinasi antar pemerintah untuk mengefektifkan sistem peringatan dini masyarakat dari hulu-hilir. ICG/IOTWMS sendiri secara resmi didirikan oleh Resolution XXIII-12 pada Sidang IOC Juni 2005 di Paris.

Andi Eka mengutarakan bahwa ICG/ IOTWMS akan melakukan kegiatan Tsunami Exercise IOWave18 untuk memantau kapasitas kesiapsiagaan tsunami, membuat panduan dan melakukan percontohan penerapan Tsunami Ready Programme di Samudera Hindia sehingga diharapkan dapat membantu negara-negara yang rentan tsunami supaya memiliki sikap kesiapsiagaan terhadap bencana tsunami.

"Workshop SOP untuk membantu negara-negara anggota ICG/IOTWMS untuk membangun SOP peringatan tsunami dan tanggap darurat dari hulu ke hilir; membantu Badan Manajemen Bencana Nasional/Daerah untuk membangun SOP untuk pelaksanaan skala lokal dan nasional dalam tanggap peringatan tsunami yang dikeluarkan Pusat Peringatan Tsunami Nasional dan menyiapkan negara-negara anggota melakukan IOWave18 Exercise yang dijadwalkan pada September 2018," ujar Andi.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya