Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Banyak Jemaah Kelelahan seusai Lempar Jumrah

Hj Siswantini Suryandari Dari Mekah
03/9/2017 09:30
Banyak Jemaah Kelelahan seusai Lempar Jumrah
(AP/KHALIL HAMRA)

PASCAWUKUF di Arafah, semua jemaah haji mulai melaksanakan lempar jumrah sejak Jumat (1/9) hingga hari ini. Tidak sedikit jemaah haji Indonesia, terutama yang berusia lanjut, kelelahan saat kembali ke maktab masing-masing.

Untuk menuju tempat pelemparan jumrah, jarak yang harus ditempuh sekitar lima kilometer dengan berjalan kaki di sepanjang terowongan Mina. Seusai melempar jumrah, jemaah kembali ke maktab juga dengan berjalan kaki lewat terowongan lagi.

Total jarak yang ditempuh pergi-pulang rata-rata 10 km. Itu pun baru sampai pintu keluar­ terowongan. Arah putaran untuk kembali maktab masih sekitar 4 km. Ketika keluar terowongan, banyak jemaah yang kebingungan mencari maktab masing-masing­ yang terhampar luas dari kawasan Mina Jadid hingga Mina.

Akibat kelelahan, banyak jemaah terpaksa digendong, dipapah, bahkan ada yang digotong begitu keluar dari terowongan karena dehidrasi. Di sisi lain, banyak jemaah Indonesia yang tercecer dari rombongan.

Ada dua alternatif untuk mengantar jemaah tertinggal dan kelelahan, yakni diantar dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor layaknya gojek yang dikenal dengan nama Astuti atau singkatan dari Astrea Tujuh Tiga. Sebanyak 10 motor merah, tetapi tidak semua keluaran tahun 73.

“Maktab nomor berapa, Pak?” tanya seorang petugas kepada jemaah yang sudah menunggu di pos misi haji Indonesia, samping terowong­an Mina, Jumat (1/9) malam. “Maktab 30,” ujar jemaah berusia lanjut itu.

“Ayo segera naik, Pak,” ujar petugas itu sambil mempersilahkan jemaah tersebut duduk di boncengan sepeda motor.

“Motor-motor itu pemberian muasassah dari Madinah. Sepeda motor seperti itu kalau di Arab bukan dianggap moda transportasi. Ya, seperti sepeda biasa karena jalannya tidak cepat,” kata Zainal Arifin, petugas haji yang siap mengantarkan jemaah ke maktab.

Para jemaah pun lega bisa diantar naik sepeda motor. “Alhamdulillah saya bisa pulang, ada yang mengantar,” ujar Juwariyah, jemaah yang tinggal di maktab 20.

Untuk mendapatkan layanan sepeda motor tidak bisa cepat karena terbatasnya akomodasi, sementara jumlah jemaah yang harus diantar ke setiap maktab terus bertambah. Banyak jemaah yang terkantuk-kantuk menunggu. Selama menunggu, para jemaah yang mayoritas lansia diberi makan dan minum serta ada kalanya dipijit petugas.

Setelah masa lempar jumrah selesai, jemaah kembali ke hotel untuk bersiap bertolak ke Jeddah dan melanjutkan penerbangan ke Tanah Air. Pemulangan gelombang pertama jemaah haji dijadwalkan 6 September berbarengan dibukanya Bandara King Abdul Aziz Jeddah pascahaji. (X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya