Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN yang melanda sejumlah daerah di Tanah Air tahun ini diperkirakan lebih parah dari tahun sebelumnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan sekitar 1,4 juta jiwa akan terdampak kekeringa, terutama mengalami kekurangan air bersih.
"Dibandingkan dengan periode 2016, kekeringan pada 2017 ini lebih banyak. Sebab, pada 2016 lalu terjadi La Nina sehingga masih banyak hujan di musim kemarau. Namun saat ini musim kemarau berlangsung normal dan umumnya berlangsung hingga Oktober dan puncaknya pada September," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Sabtu (2/9).
Dia menambahkan upaya mengantisipasi kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia dan terjadi hampir setiap tahun ini antara lain droping air bersih, pembuatan sumur pompa dan sumur dalam. "Untuk jangka pendek setiap tahun dibangun sumur air tanah dalam, bak-bak penampung air hujan, revitalisasi embung dan lainnya," kata Sutopo.
Lebih jauh, Sutopo menyampaikan kekeringan melanda beberapa wilayah khususnya di Jawa dan Nusa Tenggara yang sesungguhnya sudah defisit air saat musim kemarau. "Artinya ketersediaan air yang ada tidak mencukupi kebutuhan warga sehingga setiap musim kemarau kekeringan," ucapnya.
Menurut data BNPB, beberapa wilayah di Jabar kekeringan seperti di Kabupaten Bekasi, Indramayu, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta dan lainnya telah mengalami kekeringan. Sedangkan di Jawa Tengah, kekeringan lebih banyak.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta menyebutkan curah hujan semakin rendah dan banyak daerah mengalami kekeringan. "Di Gunungkidul, dari laporan ada 7 embung mengalami penurunan debit air dan ada 4 embung yang sudah kering," ungkap Kepala BPBD DIY, Krido Suprayitno, Sabtu (2/9).
Kekeringan yang diikuti dengan menurunnya debit air pada embung membuat warga semakin sulit mendapatkan air bersih. Oleh sebab itu, ke depan, kata dia, salah satu prioritas yang akan dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan adalah dengan melestarikan suber daya air yang ada dan konservasi lingkungan.
Sementara itu, Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Gunungkidul, Sutaryono menjelaskan, sudah sekitar 1300 tangki air bersih yang disalirkan ke masyarakat yang membutuhkan selama musim kemarau ini. Ada delapan kecamatan yang mengalami kekeringan dengan 137.000 orang yang terdampak. Kedelapan kecamatan tersrbut adalah Rongkop, Paliyan, Panggang, Girisubo, Purwosari, Tepus, Tanjungsari,dan Nglipar. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved