Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Lulusan Politeknik Wajib Miliki Sertifikat

29/8/2017 06:51
Lulusan Politeknik Wajib Miliki Sertifikat
(ANTARA/MOCH ASIM)

LULUSAN politeknik harus dilengkapi dengan sertifikat kompetensi. Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan politeknik harus memiliki lembaga sertifikasi pada setiap program studi.

“Lulusan politeknik harus ada sertifikat kompetensi karena tidak ada artinya jika lulus tapi tidak terima sertifikat kompetensi,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) M Nasir di Politeknik Negeri Batam, Kepulauan Riau, kemarin.

Dengan adanya sertifikasi, ujarnya, lulusan politeknik akan langsung terjun ke dunia kerja. Politeknik Negeri Batam merupakan satu-satunya politeknik di Tanah Air yang sudah mempunyai lembaga sertifikasi profesi di setiap program studi.

Selain sertifikat kompetensi, program studi harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal itu juga dilakukan Politeknik Negeri Batam karena program studi mereka mengikuti perkembangan potensi Indonesia di masa depan, yakni memiliki bidang studi mekatronika dan ekonomi digital.

“Saya juga bangga karena Politeknik Negeri Batam satu-satunya politeknik yang mempunyai bidang studi perawatan pesawat. Artinya lulusan di sini akan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang akan langsung dipakai industri,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia juga meminta tenaga industri yang kompeten di bidangnya untuk mengajar di politeknik kendati belum menyelesaikan jenjang pendidikan S-2. Mereka bisa mengajar melalui pola kerangka kualifikasi nasional Indonesia.

“Dengan demikian proses pengajaran akan lebih aplikatif. Selain itu, dosen yang sudah ada harus direvitalisasi antara lain dengan cara dosen harus punya sertifikat kompetensi di bidang masing-masing. Dari sana kompetensi mahasiswa akan semakin sempurna. Kita berharap politeknik tidak menjadi nomor satu saja, tapi menjadi yang terbaik,” tuturnya.

Direktur Politeknik Negeri Batam Priyono Eko Sanyoto mengatakan melalui program studi yang ada, pihaknya sedang menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi digital, teknik perawatan pesawat terbang, industri IT 4.0, dan teaching industry. “Kami juga mencoba menarik minat industri agar kolaborasi berjalan baik. Kerja sama tersebut antara lain dilakukan dengan Nongsa Digital Park (NDP) dan Politeknik Temasek,” ujarnya. (Ant/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya