Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMAHAMAN tentang sejarah bangsa amat penting agar generasi penerus bangsa yang kelak menjadi pemimpin dan pejabat negara dapat menghayati dan meneladani ketokohan para pejuang kemerdekaan dan pendiri negara.
Namun, disayangkan, kondisi saat ini dinilai memprihatinkan karena banyak pejabat yang minim pemahamannya tentang sejarah bangsa.
“Sekarang, para menteri, anggota DPR dan pejabat lainnya sangat sedikit yang memahami sejarah. Padahal, sejarah merupakan jembatan masa lampau dan sekarang, sekaligus menunjukkan arah ke masa depan,” kata anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Syafii Maarif pada Ceramah Umum Kesejarahan di Kementerian pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, kemarin. Acara itu dihadiri guru-guru sejarah.
Namun begitu, lanjut Syafii, para pejabat itu tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Pemahaman mereka dipengaruhi pembelajaran sejarah semasa sekolah yang mungkin kurang optimal.
“Jadi di sinilah pentingnya keberadaan guru sejarah dalam memberikan pembelajar-an yang kreatif dalam meng-ulas sejarang tokoh-tokoh bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Agus Salim, M Yamin, dan Tan Malaka. Hal ini penting agar anak didik menjadi sosok patriot yang bukan patriot-patriotan apalagi jadi geng motor dan pendemo yang tidak jelas,” paparnya.
Guru Besar UGM itu mengingatkan, guru sejarah harus memiliki pengetahuan luas sehingga dapat mendidik dari berbagai dimensi. “Guru jangan hanya membaca buku sejarah. Bacalah novel, filsafat dan juga buku agama guna memperkaya pembelajaran kepada anak didiknya.”
Mendikbud Muhadjir Effendy menambahkan, kemampuan guru sejarah saat ini sudah cukup mumpuni. Namun, harus mengupdate metodologi pengajaran dan pembelajarannya. “Jangan monoton, dengan satu jalur, berkisah. Karena guru sejarah bukan pendongeng. Harus menciptakan suasana agar anak-anak bisa menghayati sejarah masa lampau.” (Bay/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved