Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Merawat Aset Penanda Peradaban Bangsa

MI
28/8/2017 11:28
Merawat Aset Penanda Peradaban Bangsa
(Dok. BTPN)

DI kota-kota besar di Indonesia banyak bangunan bersejarah yang jarang terawat. Bahkan banyak yang bersalin rupa menjadi gedung modern. Setelah menyadari kondisi itu, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menggelar acara Eksplor De Driekleur di Gedung De Driekleur yang juga merupakan Kantor BTPN.

BTPN mulai menempati gedung di Jalan Ir H Juanda No 8, Bandung, itu sejak 2007. Namun, restorasi dan konservasi bangunan karya arsitek Belanda Albert Frederik Aalbers itu dimulai pada 2011.

Kegiatan dalam rangka memperingati 72 tahun kemerdekaan Indonesia itu, BTPN mengajak publik mengenal bangunan bersejarah sebagai penanda peradaban bangsa. "BTPN komit memelihara bangunan bersejarah dengan melakukan konservasi Gedung De Driekleur. Meskipun memakan banyak biaya dan waktu, konservasi memiliki nilai sejarah tinggi sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Kami beruntung memiliki gedung ini," kata Direktur BTPN Arief Harris Tandjung di Bandung, akhir pekan lalu.

Eksplor De Driekleur dihadiri pecinta sejarah, arsitek, fotografer, dan pelaku usaha rintisan. Mereka memperoleh penjelasan mengenai konservasi bangunan bersejarah Gedung De Driekleur. "Restorasi dilakukan sekitar tiga tahun. Semua furnitur, ornamen, ubin, dan cap bangunan dibuat seperti aslinya saat bangunan pertama kali didirikan," ujar Arief.

Badan PBB untuk pendidikan dan kebudayaan, UNESCO, mengapresiasi restorasi dan konservasi Gedung De Driekleur dengan mengganjar penghargaan UNESCO Asia Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation Programme.

Kini, Gedung De Driekleur difungsikan sebagai Kantor BTPN Sinaya atau Unit Bisnis Pendanaan BTPN. Sebagai unit bisnis pendanaan, BTPN Sinaya menghimpun dana dari masyarakat untuk disalurkan dalam bentuk kredit produktif kepada pelaku UMKM dan pensiunan.

Ketua Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan ITB Widjaja Martokusumo mengapresiasi upaya BTPN merestorasi dan mengonservasi salah satu aset bersejarah di Kota Bandung tersebut. "Saya melihat tidak banyak perusahaan swasta mau terlibat dalam pelestarian warisan budaya seperti halnya bangunan bersejarah ini," tutup Widjaja. (Ten/H-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya