Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tarwiyah Jadi Tanggung Jawab Pribadi

Siswantini Suryandari Dari Arab Saudi
25/8/2017 07:13
Tarwiyah Jadi Tanggung Jawab Pribadi
(MI/SISWANTINI SURYANDARI)

PEMERINTAH tidak melarang jemaah haji Indonesia melakukan tarwiyah selama prosesi haji asalkan bertanggung jawab. Tarwiyah bukan bagian dari prosesi wajib saat berhaji.

“Ini cuma menyangkut kepercayaan, silakan saja. Namun, pemerintah tidak memfasilitasi makanan dan transportasi dari Mina ke Arafah yang jaraknya 7 kilometer,” tegas Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat bertemu 400 petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji di Mekah, Rabu (23/8) malam.

Tarwiyah ialah kegiatan tapak tilas yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat akan melaksanakan ibadah haji. Sebelum ke Arafah, Nabi menuju Mina untuk mengumpulkan bekal kemudian kembali lagi ke Arafah dengan berjalan kaki. Sebagian jemaah Indonesia, lanjut Lukman, melakukan tarwiyah, terutama Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.

Menurut Menag, perjalanan jauh itu berisiko karena dilakukan pada malam hari, udara panas, dan berdebu. Selain itu, dikhawatirkan ada jemaah yang terlambat tiba di Arafah dan prosesi wukuf sudah selesai. Itu menyebabkan hajinya tidak sah. “Pemerintah fokus melayani jemaah yang bergerak dari Mekah ke Arafah dengan menyediakan transportasi,” ujarnya.

Lukman juga mengingatkan jemaah Indonesia untuk mematuhi larangan lempar jumrah dari pemerintah Arab Saudi. Waktu larangan lempar jumrah pada 10 Zulhijah pukul 06.00-10.30, pada 11 Zulhijah pukul 14.00-18.00, dan pada 12 Zulhijah pukul 10.30-14.00. Pada jam-jam itu, area lempar jumrah diisi jemaah dari Afrika yang secara fisik jauh lebih besar daripada jemaah Indonesia.

“Bila tidak diatur, bisa dibayangkan 2,1 juta jemaah melempar jumrah bersamaan. Bisa membahayakan jemaah itu sendiri,” pesannya.

Di kesempatan terpisah, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Naib Amirul Hajj Abdul Mu’thi menjelaskan, dalam haji dikenal waktu afdhal (utama) dan afshah (sah) untuk menjalankan tahapan ibadah itu. “Kita akan memberi pemahaman kepada jemaah untuk beribadah di waktu yang sah dan tidak memaksakan diri di waktu utama karena berisiko. Jemaah harus mengutamakan keabsahan dan keselamatan haji,” tambahnya. (X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya