Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Khofifah Takjub Kondisi Relokasi Sinabung

Indriyani Astuti
23/8/2017 08:31
Khofifah Takjub Kondisi Relokasi Sinabung
(ANTARA/IRSAN MULYADI)

AGAR terbangun kesadaran publik mengenai bantuan kemanusiaan sedunia dan menghargai orang-orang yang menaruh hidup mereka dalam risiko demi memberikan pelayanan kemanusiaan, Kementerian Sosial (Kemensos) memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia.

Kemensos memperingati hari yang dicanangkan sejak 2008 di kawasan relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Siosar, Kecamatan Merek, Karo, Sumatra Utara, kemarin.

Acara ini dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Para-wansa, Direktur Penanganan Pengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Taufik Kartiko, Gubernur Sumut T Erry Nuradi, perwakilan UNHCR di Indonesia, Dirut Bank Mandiri Kartiko Wiryoatmojo, Bupati Karo Terkelin Brahmana, dan sejumlah pemangku kepentingan kebencanaan di Indonesia.

Pada peringatan itu, Mensos Khofifah mengaku telah dua kali mendatangi kawasan yang menjadi area relokasi tersebut. Dalam kunjungan keduanya ini, mensos mengaku takjub. Sebab, kondisi area relokasi tersebut kini telah sangat layak untuk menjadi hunian tetap. “Hanya orang merugi yang tidak mau menerima hunian tetap ini yang begitu tertata rapi dan berfasilitas umum yang cukup baik,” ucapnya.

“Kami menyapaikan terima kasih banyak kepada BNPB, Gubernur Sumatra Utara, dan Bupati Karo yang benar-benar telah memanusiakan warga Siosar ini,” tambahnya.

Pemerintah terus berupaya untuk memberikan bantuan dan dukungan bagi warga Kabupaten Karo yang masih mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung.

Salah satu dukungan itu berupa pemberian bantuan sosial jaminan hidup bagi peng-ungsi erupsi Gunung Sinabung asal Desa Kuto Rakyat yang telah melakukan relokasi mandiri untuk 2.405 jiwa.

Terdampak konflik
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Nikmat mengatakan, peringatan tahun ini mengangkat tema Perlindungan warga sipil, pekerja kemanusiaan, dan semua pihak yang terdampak konflik.

Melalui kegiatan tersebut, kesadaran publik mengenai pentingnya urusan kemanusiaan diharapkan dapat terbangun, khususnya terkait perlindungan warga sipil. Kemudian, kegiatan itu juga untuk membangun kapasitas kerja sama dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana melalui posko, dan menunjukkan kepada dunia sebagai bagian dari ‘satu kemanusiaan’.

Adapun tujuan lain dari kegiatan ini ialah menghormati para pekerja kemanusiaan yang kehilangan nyawa dalam melakukan berbagai upaya penanganan bencana.

Harry menjelaskan, pihak-nya juga telah menggelar sejumlah kegiatan seperti lomba esai kemanusiaan ICRC-Qureta 2017, dan workshop Urban Farming Grand Design bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertahanan Pangan DKI Jakarta.

Kemudian, Pelatihan Pengelolaan Risiko Bencana Berbasiskan Masyarakat (PRBBK) yang dilaksanakan Masyarakat Peduli Bencana Indonesia (MPBI), dan Konferensi Nasional Pendidikan Bencana melalui kerja sama antara MDMC dan Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) dan Disaster Management Center Dompet Dhuafa (DMC DD). (Ant/H-1)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya