Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang mengembangkan drone jenis medium altitude long endurance (MALE).
“Selama ini ketergantungan kita sangat tinggi, padahal kita memiliki putra-putri yang menguasai teknologi material, juga proses citra melalui pemotretan udara. Namun ,selama ini masih berpencar, kita berupaya untuk menyatukannya,” kata Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa Wahyu Widodo Pandoe, Senin (21/8).
Untuk itu, lanjutnya, BPPT bekerja sama untuk pengembangan drone MALE. Kerja sama itu melibatkan Kemenhan dan TNI-AU sebagai pengguna, PT Dirgantara Indonesia (DI) sebagai mitra industri, PT LEN persero, serta ITB. “Pada 2018 prototipenya sudah jadi. Untuk 2019 diharapkan sudah uji terbang,” imbuh Wahyu.
MALE bisa terbang selama 24 jam tanpa henti dengan jangkauan jelajah 5.000 km. “MALE dapat digunakan pada ketinggian di atas 10 ribu kaki-30 ribu kaki,” kata Program Manager Pesawat Terbang Tanpa Awak PT DI Bona P Fitrikananda di Jakarta.
Drone itu akan dilengkapi dengan sistem pilot sesuai dengan misi. Dalam misi pemantauan, misalnya, drone akan dilengkapi dengan kamera elektro inframerah optik.
“Pesawat ini diharapkan dapat dipersenjatai sehingga dapat melakukan penindakan awal sehingga pesawat ini dapat menunaikan misi yang ditetapkan pengguna, yaitu TNI-AU,” kata Bona.
Drone yang mulai dikembangkan pada 2015 itu rencananya diproduksi pada 2022. Produk itu akan digunakan TNI-AU pada 11 pangkalan drone guna meningkatkan keamanan negara, terutama di perbatasan, daratan, dan perairan yang rawan kejahatan.
Satu pangkalan drone menampung tiga drone, yaitu untuk operasional, untuk siaga, dan untuk perawatan. (Ant/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved