Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Pelaku dan Korban Copet Sebangsa

Laporan Siswantini Suryandari dari Madinah
11/8/2017 07:23
Pelaku dan Korban Copet Sebangsa
(MI/SISWANTINI SURYANDARI)

DI MANA bumi dipijak di situ langit dijunjung. Seharusnya pepatah luhur nenek moyang itu dipegang teguh warga negara Indonesia yang tinggal di mana saja, termasuk di Tanah Suci Mekah dan Madinah, Arab Saudi.

Sebagian oknum mukimin, WNI yang tinggal di sana, diduga melakukan tindakan tidak terpuji, yakni mencopet dan melakukan aksi penipuan jasa dorong kursi roda terhadap jemaah haji Indonesia. Merebaknya aksi kriminalitas itu seiring dengan banyaknya jemaah haji dari Madinah tiba di Mekah.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Mekah, jemaah yang sudah diberangkatkan sejak Minggu (6/8) hingga Rabu (9/8) sekitar 18.000 orang.

Berdasarkan laporan dari Mekah, banyak jemaah Indonesia mengalami masalah yang merugikan mereka. Dari aksi pencopetan sampai kasus penipuan jasa dorong kursi roda.
PPIH Daker Mekah meminta jemaah selalu waspada dan berkoordinasi dengan petugas.

Berdasarkan data-data yang masuk melalui Kasie Perlindungan Jemaah (Linjam) Letkol Rijal Kani, setidaknya ada dua kasus pencopetan dan lima kasus penipuan terkait jasa dorong kursi roda. Pelaku ialah mukimin yang tidak bertanggung jawab dan menangguk keuntungan dari jemaah.

Rijal Kani meminta seluruh personel linjam di setiap sektor untuk waspada dengan orang-orang tidak dikenal yang masuk ke hotel. “Sudah banyak yang kita tangkap, dari sektor 2, 5, 6 dan 8. Mereka ini mukimin. Yang memiliki surat resmi (iqamah) kita beri peringatan. Yang tidak berizin akan kita serahkan kepada pihak keamanan di Arab Saudi,” ujar Rijal, Rabu (9/8) malam di Mekah

“Kementerian Haji Arab Saudi sebenarnya sudah menyiapkan petugas jasa dorong bagi jemaah lansia untuk tawaf dan sai. Harganya saat ini mencapai 250 riyal.”

Di tempat yang sama, Pelaksana Linjam Mayor Reza Fajar Lesmana menambahkan, ada jemaah yang mengeluarkan uang sampai 1.000 real dan Rp1,8 juta untuk jasa dorong saat tawaf dan sai. “Meski oknum ini menyelesaikan tugasnya, harga yang diambil sangat tidak wajar,” ujarnya. (X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya