Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMU pengetahuan merupakan satu dari tiga kebutuhan mutlak bagi kemajuan bangsa. Dua hal lain yang tak kalah penting ialah semangat dan prinsip kedamaian. Jika setiap kebutuhan itu dipenuhi, Indonesia diyakini mampu bangkit dan bersaing dengan negara maju lainnya.
Wapres Jusuf Kalla alias JK mengungkapkan hal itu pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-22 di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.
“Kita hadir di sini untuk memperbarui semangat kita, yang selalu ingin maju. Tidak hanya datang untuk merayakan apa yang telah didapatkan di masa lalu, tetapi juga memperbaiki kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masa depan,” kata JK.
JK mengatakan Indonesia yang berpenduduk 260 juta jiwa tidak dapat memenuhi kebutuhan hanya dengan mengandalkan sumber daya alam. Dengan teknologilah, imbuh Kalla, hal itu dapat dicapai, sekaligus untuk menghadirkan nilai tambah.
Hadir dalam perayaan Hakteknas itu Presiden ketiga dan Bapak Teknologi Indonesia BJ Habibie, dan sejumlah menteri.
Dalam kesempatan itu dipamerkan teknologi hasil putra Indonesia, termasuk panser Anoa Amfibi, kapal nelayan pelat datar, radar cuaca, stem cell, pesawat udara nirawak BPPT, dan simulasi pesawat N-219.
Sebagai inspirator lahirnya Hakteknas saat meluncurkan N-25 Gatot Kaca pada 10 Agustus 1995, BJ Habibie mengaku bangga dengan produk dalam negeri dan itu sebagai penanda kebangkitan teknologi Indonesia.
Setelah 22 tahun, Habibie menyebut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam negeri cukup pesat. “Itu terlihat dari munculnya beragam karya inovasi nyata yang sangat membantu di kehidupan masyarakat.” (LN/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved