Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Asap belum Pengaruhi Emisi

Putri Rosmalia Octaviyani
09/8/2017 12:01
Asap belum Pengaruhi Emisi
(ANTARA/NOVA WAHYUDI)

PENINGKATAN luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di pertengahan 2017 ditegaskan belum memberikan dampak signifikan pada jumlah emisi di bidang kehutanan. Kondisi masih terkendali dan diyakini akan membaik seiring peningkatan patroli lapangan di daerah-daerah rawan kebakaran.

"Kemarau yang semakin kering di tengah tahun memang menimbulkan kebakaran di beberapa titik, tetapi secara umum belum ada pengaruhnya pada peningkatan emisi," ujar Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Nur Masripatin, dalam jumpa pers di Manggala Wanabakti, Jakarta, kemarin.

Nur mengatakan, meski begitu, pemantauan terus dilakukan karena data emisi merupakan hal yang harus dibawa untuk dilaporkan dalam pertemuan COP 23 pada September di Jerman.

Nur mengungkapkan sektor kehutanan berkontribusi hingga 17,2% atau yang terbesar dalam pencapaian target NDC. Sektor lain yang berkontribusi ialah energi 11%, pengelolaan limbah dan sampah 0,38%, pertanian 0,32%, dan sisanya 0,1%. "Total hitungan emisi dari semua sektor kita masih menghimpun dan menghitung, tetapi sejauh ini tidak ada dampak kenaikan belum ada," tutur Nur.

Sementara itu, hingga saat ini upaya pemadaman masih dilakukan di sejumlah titik. Diketahui, total jumlah titik panas berdasarkan Satelit NOAA19 per 1 Januari-7 Agustus 2017 dilaporkan 1.341. Jika dibandingkan dengan 2016 pada periode yang sama, 1.295 titik panas, tahun ini terdapat kenaikan jumlah titik panas sebanyak 108 atau 3,55%.

Sementara itu, data Terra dan Aqua (NASA) per 1 Januari-7 Agustus 2017 dengan confidence level 80% menunjukkan penurunan jumlah titik panas sebesar 84,60% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama, yaitu semula 2.137 menjadi 334.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan Kementerian LHK terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Sampai saat ini patroli terpadu telah dilaksanakan di tiga provinsi, yaitu sebanyak 65 posko di Riau, 50 posko di Sumatra Selatan, dan 60 posko di Kalimantan Barat.

Selanjutnya, akan dilaksanakan patroli terpadu secara serentak di delapan provinsi, yaitu di Riau, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur pada pertengahan Agustus ini.

"Meskipun belum terjadi kebakaran di beberapa lokasi rawan, Manggala Agni tetap melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, seperti di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan", tutur Siti Nurbaya.

Butuh helikopter

Dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan, Kepala BPBD Provinsi Sumsel, Iriansyah, sudah mengajukan permintaan bantuan helikopter ke BNPB. "Kita memiliki empat helikopter.

Beberapa hari kemarin hanya dua yang beroperasi karena helikopter lainnya sedang dalam perawatan.

" Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengakui tidak mudah memadam-kan kebakaran lahan di atas lahan gambut. Karena itu, Alex meminta semua pihak untuk turut membantu memadamkan api.

"Mulai pemda, kecamatan, desa hingga masyarakat harus bisa menjaga daerah. Jangan sampai terjadi kebakaran lahan," kata dia. (DW/SS/AM/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya