Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Nusantara Sehat Hapus Mental Remaja Penindas

09/8/2017 10:27
Nusantara Sehat Hapus Mental Remaja Penindas
()

Selain program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), salah satu program andalan Kemenkes yang bisa menghindarkan remaja dari mental penindas ialah Nusantara Sehat (NS).

Program itu berupa penempatan/penugasan khusus tenaga kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, kesehatan lingkungan, dan lainnya) ke fasilitas kesehatan terpencil ataupun sangat terpencil di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan untuk pemenuhan dan penguatan pelayanan kesehatan primer.

Penugasan itu dilakukan dengan sistem berbasiskan tim dan individu.Artinya, tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di penempatan dalam bentuk tim dan saat ini tengah disiapkan untuk penugasan secara individu guna melengkapi/menguatkan tenaga kesehatan di puskesmas.

Selain bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah, kegiatan NS menimbulkan efek lain yang juga penting, yaitu tumbuhnya semangat patriotisme, empati, dan persatuan di kalangan peserta yang sudah mengikuti.

Beberapa yang sudah selesai mengikuti penugasan NS di daerah terpencil secara sukarela dan sadar meminta untuk ditugaskan kembali ke sana. "Ini luar biasa. Mereka dokter-dokter muda, secara sadar meminta kembali bertugas di daerah yang minus," ujar Menkes kagum saat ditemui, kemarin.

Hal lain yang juga menarik, mereka sukses menjadi role model bagi rekan-rekan sebaya mereka. Dari perbincangan dengan teman-teman mengenai pengalaman bertugas, dokter-dokter muda lainnya pun menjadi tergerak untuk membaktikan ilmu yang mereka dapat ke berbagai pelosok Nusantara.

Sikap empati dan jiwa patriotisme inilah, kata Nila, yang seyogianya dimiliki segenap generasi muda. Dengan memiliki sikap dan jiwa itu, sikap jadi perundung akan terkikis.

Menkes juga setuju dengan per-nyataan Presiden Joko Widodo agar tindak bullying bisa dicegah. Bullying dapat menghabiskan energi generasi muda pada tindakan negatif. Perilaku itu akan mengikis rasa empati, persaudaraan, dan ujungnya bakal melemahkan sikap mencintai sesama anak bangsa.

Berkenaan dengan perkembangan program NS, Kepala Pusat Perenca-naan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kemenkes Oos Fatimah Rosyati memaparkan saat ini Kemenkes telah mengirimkan 1.422 tenaga kesehatan melalui penugasan khusus tenaga kesehatan berbasis tim ke puskesmas di daerah sangat terpencil yang dimulai dari 2015.

Dari evaluasi yang dilakukan, kata dia, program ini telah berhasil meningkatkan pelayanan kesehatan primer di puskesmas dan memunculkan beberapa kegiatan inovatif di puskesmas tersebut. "Masyarakat juga merasa terbantu. Selalu terjadi keharuan saat masa penugasan berakhir karena warga berat berpisah dengan mereka," ujar Oos.

Ditambahkan, animo generasi muda yang mendaftar NS terus meningkat. Pada Juli 2017, sebanyak 11.402 tenaga kesehatan mendaftar NS. Dari jumlah itu, 5.333 peserta dinyatakan lulus seleksi tahap I dan mengikuti seleksi tahap 2 (tes potensi) di 14 kota di Indonesia. Ind/Ant/H-1



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya