Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Setop Perundungan Mulai dari Famili

Indriyani Astuti
09/8/2017 10:20
Setop Perundungan Mulai dari Famili
(ANTARA/Hafidz Mubarak A)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek berpendapat orangtua memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya tindak perundungan (bullying) pada anak dan remaja. Salah satu faktor munculnya bullying dimulai dari adanya permasalahan atau salah asuh dari keluarga.

Menurut Nila, sifat suka menindas terhadap yang lemah biasanya tumbuh dari faktor keluarga. Hal itu terjadi apabila di dalam lingkungan itu orangtua tidak memberikan kasih sayang dan adanya sikap saling memperhatikan. Selain itu, pola asuh yang serbamembolehkan (permisif) juga bisa memicu anak atau remaja menjadi perundung kepada sebayanya.

"Hubungan emosional yang beku dalam keluarga dan terlalu bebasnya anak berperilaku menjadi pencetus anak menjadi perundung," sebut Nila, di Jakarta, kemarin.

Di sisi lain, pola asuh orangtua yang otoriter juga bisa membentuk anak penindas. Ditambah lagi, kata Menkes, bila keluarga tersebut tidak aktif dalam masyarakat. Hal itu menyebabkan putra-putri mereka kurang memiliki empati terhadap sesama dan tidak peduli lingkungan.

Berkaca dari hal itu, pendekatan keluarga untuk menjaga kesehatan kejiwaan pada tiap anggota keluarga menjadi penting. Nila menganjurkan orangtua berkomunikasi secara intens dengan anak-anaknya. Dia menjelaskan bercerita tentang apa yang dirasakan bisa menurunkan tingkat stres yang bisa memengaruhi perilaku dan kejiwaan.

"Kalau tidak ada komunikasi, dia pelampiasannya bisa di sekolah atau di tempat-tempat lain. Jadi saya kira sebagai orangtua kita juga harus ikut tanggung jawab kalau kita punya anak seperti demikian," kata Nila.

Dari ketahanan keluarga yang kuat, sambung dia, faktor lain penyebab bullying anak bisa dicegah. Misalnya, bimbingan orangtua bisa menangkal pengaruh negatif dari teman sebaya. Arahan orangtua juga bisa memben-tengi anak dari prilaku agresif akibat tayangan kekerasan di media.

Germas

Untuk membentuk ketahanan keluarga yang kuat, sejak tahun lalu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah meluncurkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Germas bertujuan membangun kesadaran berperilaku hidup sehat pada masyarakat Indonesia.

"Germas ialah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup," tutur dia.

Germas dilakukan dengan kegiatan, antara lain, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksakan kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban. Dari hal sederhana itu, niscaya akan terbentuk lingkungan masyarakat nan sehat dan berproduktivitas tinggi. "Dari lingkungan inilah bisa terbentuk anak-anak yang sehat secara fisik dan mental, yang akan menjauhkan mereka dari pergaulan dan perbuatan negatif," tukas Menkes.

Pemerintah-pemerintah daerah pun menggalakkan Germas. "Germas bertujuan menurunkan beban penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai. (Ant/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya