Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kelelahan, para Jemaah Harus Dirawat

08/8/2017 09:02
Kelelahan, para Jemaah Harus Dirawat
(MI/SISWANTINI SURYANDARI)

"SAAT ziarah ke Jabal Uhud tiga hari lalu (4/8) tiba-tiba saya merasa lelah, sesak seperti dicekik," kata Wan Abu Bakar, jemaah kloter JKG 02 saat dikunjungi rombongan Konjen RI untuk Jeddah, M Hary Saripuddin, di RS Amir Fadh di Madinah, Minggu (6/8) sore.

Ia mengaku kelelahan saat di Jabal Uhud karena setelah salat di Masjid Nabawi, rombongan langsung berangkat menuju bukit bersejarah itu.

Ia pun berharap lekas sembuh agar bisa menjalankan wukuf.

Wan mengungkapkan, selama dirawat di RS tersebut, ia kesulitan berkomunikasi karena perawat-perawat berbahasa Filipina dan dokter berbahasa Arab terkadang Inggris.

Di ruang perawatan sebelah, ada Sofyan Nurdin, jemaah asal Medan yang sakit jantung dan asam urat.

Ia menuturkan ihwal sakitnya.

Antrean di lift penginapan cukup panjang.

Ia pun memilih menuruni tangga.

"Saat turun tangga itu saya sesak napas. Saya dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Ia sedih karena teman-teman satu kloternya sudah berangkat ke Mekah pada 5 Agustus lalu.

"Teman-teman sudah ke Mekah, bagaimana ini?" kata Sofyan yang kehilangan nafsu makan.

"Sabar Pak. Pokoknya bapak sembuh dahulu nanti bisa menyusul di kloter berikutnya," kata Hary.

Dokter spesialis jantung Rizki Akbar selaku penanggung jawab medis Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menjelaskan saat ini ada 17 jemaah Indonesia yang dirawat di empat RS Arab Saudi di Madinah, lima di antaranya dirawat di RS Amir Fadh yang khusus menangani pasien berpenyakit jantung.

Setiap hari dokter KKHI melakukan kunjungan ke RS-RS tersebut untuk membantu pemulihan mental dan fisik.

Rombongan beranjak ke KKHI.

Ada 35 jemaah yang dirawat di sana.

Dokter Firdaus P Sabri selaku penanggung jawab medis ruang IGD KKHI menjelaskan mayoritas jemaah dirawat karena kelelahan dan dehidrasi.

"Banyak juga yang sakit dengan kaki melepuh. Setiap hari ada jemaah yang dibawa ke klinik dalam keadaan kaki melepuh. Kulit kaki mengelupas karena nekat berjalan kaki tanpa sandal di bawah terik matahari," ujarnya.

Menurutnya, petugas selalu mengingatkan agar sandal disimpan di tas plastik atau tas yang ditenteng agar tidak hilang.

"Kalau sandal hilang sebaiknya jangan nekat pulang tanpa alas kaki. Bisa minta bantuan temannya untuk diantar ke seksi khusus di Masjid Nabawi."

Seusai berkeliling menjenguk jemaah yang sakit, Hary mengimbau para jemaah Indonesia harus benar-benar menjaga kesehatan. (Siswantini Suryandari/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya