Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggaransi pada 2019 seluruh pelosok daerah Indonesia sudah teraliri listrik. Saat ini masih terdapat 2.519 desa yang belum teraliri listrik.
“Masih ada ribuan desa belum terjangkau energi listrik. Pada 2019 seluruh desa itu sudah bisa menikmati ener-gi listrik,” sebut Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, pada pemaparan evaluasi kinerja semester I bidang ketenagalistrikan dan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE), di Jakarta, Jumat (4/8).
Selain belum mendapat listrik, Agus menambahkan, ada 11 ribu desa yang memiliki listrik ala kadarnya. “Artinya, satu desa misalnya empat atau lima dusun, yang ada listrik hanya satu dusun.”
Beberapa langkah telah disiapkan untuk mencapai target elektrifikasi sampai 2019. Misalnya, penggunaan energi baru terbarukan sebagai sumber energi perdesaan yang disesuaikan daya setempat.
Langkah lainnya, program elektrifikasi melalui program penyediaan listrik dengan total kapasitas 50 Mw yang diperuntukan perdesaan yang belum berkembang, perdesaan terpencil, perdesaan perbatasan, dan pulau kecil berpenduduk.
Ditambahkannya, penyediaan listrik juga akan disokong tarif yang terjangkau bagi masyarakat dari pembangkit listrik batu bara. Pertama itu melalui pembangkit listrik mulut tambang dengan memanfaatkan uap dan gas batu bara, yang ketersediaanya dijamin perusahaan tambang sesuai kesepakatan jual-beli.
Dirjen Ketenagalistrikan, Andy Noorsaman Someng, menegaskan bahwa pemerataan dan keterjangkauan atas penyediaan listrik masih tetap menjadi fokus pemerintah. Pasalnya, listrik ialah kebutuhan yang vital sehingga Kementerian ESDM terus menambah kapasitas terpasang pembangkit sebesar 1.361,6 Mw pada semester I 2017.
Secara total, kapasitas pembangkit yang sudah terbangun hingga semester I 2017 sebesar 14.193 Mw. Penambahan kapasitas itu seiring meningkatnya konsumsi listrik sebesar 977,69 kwh per kapita.
“Pemerintah juga terus membenahi pengaturan pokok-pokok power purchase agreement (PPA), subsidi listrik tepat sasaran, hingga penyediaan lahan dan perizinan.”
Energi primer
Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan Presiden Jokowi mendorong daerah memanfaatkan energi primer yang ada di daerah masing-masing.
Pernyataan itu mengemuka saat Jonan memberikan Kuliah Umum bertajuk Kemandirian dan Keberlanjutan Energi Nasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Jonan mengatakan imbauan itu ditujukan agar daerah bisa lebih mandiri. Ia mencontohkan pemanfaatan sungai sebagai pembangkit listrik di daerah.
“Kalau ada sungai itu, ya bikin paling minim pembangkit listrik tenaga air. Kalau toh kecil, enggak apa-apa mikrohidro atau minihidro yang 1 megawatt, 2 megawatt,” ungkap Jonan, kemarin.
Contoh kedua ialah pemanfaatan tenaga surya. “Seperti memakai panel surya untuk mengaliri listrik di rumah-rumah,” imbuhnya.
Kedua contoh itu, lanjut Jonan, merupakan pemanfaatan energi yang mudah dilakukan masyarakat. “Karena tekno-loginya sudah tersedia dan harga relatif terjangkau,” jelas dia. (Mtvn/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved