Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PERLINDUNGAN terhadap jaringan kabel optik di perairan Indonesia amat diperlukan. Hal itu karena dampak yang ditimbulkan jika kabel optik terputus akan dirasakan masyarakat, antara lain terganggunya jaringan komunikasi.
Oleh karena itu, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, diperlukan kerja sama antara swasta dan otoritas penjaga laut, antara lain Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.
“Kita memerlukan pemain-pemain baru yang turut berkontribusi untuk mengamankan sistem kabel laut,” katanya seusai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan pengamanan kegiatan kabel di laut antara Bakamla RI dan penyedia kabel optik bawah laut PT Ketrosden Triasmitra di Jakarta, kemarin.
Pemeliharaan kabel laut yang dimiliki operator swasta dan BUMN, ujar Rudiantara, memang menjadi tanggung jawab masing-masing. Namun, diperlukan strategi yang lebih matang.
Sebagai infrastruktur strategis, lanjutnya, dibutuhkan skema koridor yang mengatur soal jaringan kabel. “Kabel (bawah laut) sangat banyak di Indonesia. Perlu strategi, tidak hanya mengamankan kabelnya, tapi juga sosialisasinya. Siapa yang punya kapal dan alurnya. Nanti itu juga dibantu asosiasi (swasta) dan Bakamla,” kata Rudiantara.
Sedikitnya terdapat 50 ribu kilometer (km) kabel optik bawah laut yang terbentang di wilayah perairan Indonesia. BUMN PT Telkom disebut memiliki jaringan paling panjang, yakni 30 ribu km. Adapun Triasmitra mengelola 8.000 km jaringan kabel.
Sementara itu, Chief Executive Officer PT Ketrosden Triasmitra Titus Dondi Patria mengatakan para operator sebenarnya sudah memiliki sistem pengawasan. Namun, untuk penindakan hukum, para operator membutuhkan kerja sama dengan otoritas laut seperti Bakamla.
“Kami (operator) butuh perlindungan untuk bisa melakukan penegakan hukum. Dengan adanya MoU itu, nanti bersama Bakamla bisa dilakukan penegakan hukumnya,” imbuhnya.
Dalam dua tahun terakhir Triasmitra mengalami empat kali terputusnya kabel ja-ringan.
Kepala Biro Umum Bakamla Laksma TNI Suradi menyatakan kabel optik sebagai objek vital komunikasi memang mempunyai tingkat kerawanan tinggi, terutama di sekitar selat-selat dan pelabuhan. Perairan yang rawan di antaranya Batam, Selat Sunda, Selat Bangka, dan Selat Bali. (Dhk/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved