Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kelola Gambut Perlu Inovasi Budaya

01/8/2017 09:14
Kelola Gambut Perlu Inovasi Budaya
(ANTARA/Wahdi Septiawan)

INDONESIA membutuhkan sentuhan inovasi budaya untuk mengelola dan memanfaatkan lahan gambut berkelanjutan, di samping teknologi.

Sebabnya, kebakaran hutan dan lahan, termasuk lahan gambut di Indonesia, bukan hanya terjadi karena peristiwa alam, melainkan juga faktor budaya.

"Budaya membakar (lahan) untuk menjalankan agrikultur dan agroforestry di lahan gambut, demi mendapatkan keuntungan lebih cepat tanpa memperhitungkan aspek lingkungan dan kesehatan, menjadi bagian sulit untuk diubah," kata Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Eniya Listyani Dewi di Jakarta, kemarin.

Karena itulah, ujarnya, inovasi budaya diperlukan. Masyarakat hingga perusahaan harus melakukan perubahan guna menekan jumlah kebakaran di lahan gambut yang sudah puluhan tahun selalu bermunculan setiap kemarau.

Dalam acara ASEAN-Tiongkok Workshop on Sustainable Utilization of Agricultural Peatland itu, Eniya juga mengatakan BPPT memberikan alternatif teknologi berupa biopeat.

Biopeat merupakan pupuk hayati berasal dari enam mikroba yang berfungsi menaikkan Ph tanah gambut sehingga tercipta inovasi budaya menanam tanpa harus membakar lahan terlebih dahulu.

Sementara itu, Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) Haris Gunawan dalam kesempatan yang sama mengatakan sangat mungkin masyarakat mengubah budaya dari membuka lahan dengan cara bakar menjadi pembukaan lahan tanpa bakar.

"Pengalaman saya di tingkat tapak. Masyarakat sangat bisa diajak mengubah budaya tersebut. Namun, syaratnya harus terus dikawal hingga budaya itu benar-benar berganti dengan budaya baru," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, perlu keseriusan dan konsistensi pemerintah dalam menjalankan regulasi pembukaan lahan tanpa bakar.

"Tentu sambil memberikan solusi kepada masyarakat sebab kebijakan tersebut tidak bisa dipaksakan untuk berjalan." (Ant/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya