Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Berkat Rp5.000/Hari, Berhaji di Usia Muda

01/8/2017 07:59
Berkat Rp5.000/Hari, Berhaji di Usia Muda
(MI/TOSIANI)

AMIR Hasan Martua Lubis, warga Desa Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas, Sumatra Utara, tercatat sebagai calon haji termuda untuk rombongan kloter lima embarkasi Medan.

Di usia 20 tahun, ia mewujudkan mimpinya untuk berhaji.

Hal itu tak datang tiba-tiba.

Ia menuturkan, sejak duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs) di kampung halamannya, ia menabung Rp5.000 per hari.

Tabungan itu ia sisihkan dari uang saku yang diberikan orangtuanya.

Saat SMA, dia meneruskan menabung.

"Sewaktu SMA saya bisa menabung Rp200 ribu per bulan. Dari situ lalu saya berniat naik haji," ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Medan, kemarin, menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Amir mengaku sangat bersyukur dapat menjalankan ibadah haji tahun ini.

Rekan-rekan satu kloternya rata-rata berusia di atas 60 tahun.

"Alhamdulillah, impian saya terwujud," ujar Amir yang kini bekerja sebagai karyawan swasta di Dumai, Riau.

Kebahagian Amir makin lengkap karena sang ibu, Masdiana Harahap, 56, juga menjadi jemaah haji dalam kloter yang sama dengannya.

Masdiana yang duduk di sebelah Amir membenarkan cerita sang anak.

Menurut dia, dari tujuh anaknya, hanya Amir yang sejak lama menginginkan berhaji tanpa minta bantuan siapa pun.

"Dia selalu menabung. Dia juga selalu berdoa. Alhamdulillah kami bisa sama-sama berhaji," katanya.

'Perjuangan' untuk bisa berhaji juga dilakukan Tarsudin, jemaah asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ia yang sudah tiba di Madinah pada Minggu (30/7) itu menuturkan dirinya sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut pasir dengan penghasilan sekitar Rp60 ribu per hari. Kadang saat paceklik, uang yang dibawa ke rumah cuma Rp20 ribu.

Untuk menambah penghasilan, ia menyewa lahan lalu ditanami cabai, terkadang singkong.

Hasil panennya ia jual.

"Dari hasil bertani itu saya tabung untuk berhaji. Alhamdulillah, Allah memang benar-benar welas asih," katanya yang sempat masuk daftar antrean calon jemaah haji selama tujuh tahun di daerahnya. (Puji Santoso/Siswantini Suryandari/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya