Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH kembali meluncurkan program pendidikan vokasi kerja sama antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan industri.
Kali ini kerja sama dijalin antara 141 industri dan 393 SMK di wilayah Jawa Barat (Jabar).
Melalui kerja sama ini telah terjalin 800 perjanjian kerja sama.
Peluncuran program dilakukan Presiden Joko Widodo di PT Astra Otoparts Tbk, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, kemarin.
Dalam sambutannya Presiden menjelaskan pentingnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pembangunan infrastruktur diyakini mampu meningkatkan daya saing di Indonesia.
Setelah pembangunan fisik, menurutnya, dibutuhkan tenaga kerja terampil sebab industri diyakini akan terus berkembang bersamaan dengan pesatnya pembangunan infrastruktur.
Karena itu, pendidikan vokasional pun sangat dibutuhkan.
"Setelah infrastruktur, dalam proses beberapa sudah selesai, beberapa akan selesai. Tahapan besar kedua yang harus kita lakukan adalah pembangunan SDM (sumber daya manusia). Ini sudah kita mulai dengan training-training, kerja sama link and match antara industri dan SMK, juga industri dengan pondok pesantren," katanya.
Ia juga mendorong agar jurusan di SMK tidak monoton.
Presiden ingin jurusan SMK disesuaikan dengan perubahan zaman.
Pasalnya permintaan industri terus berkembang.
"Kurikulum kita mestinya fleksibel. Masak dari saya kecil sampai sekarang jurusannya bangunan, listrik. Bikin ototronik, teknik pengelasan, konstruksi, baja, metatronika," lanjutnya.
Ia optimistis kombinasi antara infrastruktur dan SDM yang baik akan membuat ekonomi Indonesia menjadi kuat.
Bersamaan dengan peluncuran program itu, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyerahkan bantuan 142 alat peraga pendidikan yang terdiri dari 11 mobil, 74 mesin, dan 57 transmisi kepada 39 SMK yang tersebar di Jabar.
"TMMIN berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam program pemerintah di bidang peningkatan kapabilitas sumber daya manusia industri sebagai bagian dari kontribusi kami kepada bangsa dan negara. Kami percaya SDM industri yang mumpuni dan berdaya saing global merupakan landasan utama dalam upaya-upaya untuk memperkuat industri nasional saat ini dan memperbesar industri nasional ke depan," kata Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved