Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk terus berkomitmen menjaga kebinekaan Indonesia.
Peran ulama dinilai penting dalam mengatasi permasalahan bangsa yang pelik.
"Saya ucapkan selamat milad ke-42 kepada MUI. Semoga terus berkiprah menjaga bangsa dan kebinekaan," kata Presiden melalui video yang ditayangkan dalam acara Tasyakuran Milad Ke-42 MUI di Balai Sarbini, Jakarta, tadi malam.
Menko Polhukam Wiranto, dalam sambutan mewakili Presiden Jokowi, menyampaikan apresiasi atas kiprah MUI selama ini.
"Peran MUI telah banyak dalam ikut serta menyelesaikan masalah bangsa yang pelik dan rumit. Peran MUI kita perlukan. Meneguhkan peran MUI merupakan keniscayaan," ujarnya.
Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin pun menyatakan di usia 42 tahun, MUI berkomitmen untuk meneguhkan visi kebangsaan sesuai dengan cita-cita para ulama pendiri bangsa.
"MUI menegaskan komitmen ketaatan pada pemerintahan yang sah, sepanjang kebijakannya untuk kemaslahatan umat dan sejalan dengan konstitusi," tegasnya.
Di bidang ekonomi, Ma'ruf mengatakan MUI akan terus mengusung ekonomi syariah sebagai salah satu jalan terbaik dalam meniti era baru ekonomi Indonesia dengan menekankan sisi keadilan sosial.
"MUI mendukung dan mendorong realisasi komitmen Presiden untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah dunia."
Anugerah Syiar Ramadan
Pada kesempatan itu juga diumumkan program-program televisi yang menjadi pemenang Anugerah Syiar Ramadan 2017.
Program Tafsir Al Mishbah yang ditayangkan Metro TV selama Ramadan keluar sebagai pemenang di kategori talk show.
Menurut Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis, program-program yang menjadi pemenang dalam Anugerah Syiar Ramadan 2017 sudah melewati proses seleksi yang dilakukan KPI dan MUI.
"Secara prinsip program televisi yang kita pilih ialah yang memuat semangat syiar Ramadan untuk meningkatkan spiritualitas umat. Sebagaimana amanat UU Penyiaran bahwa program televisi, yang dalam hal ini memakai frekuensi publik, harus mampu meningkatkan moralitas manusia atau umat berdasarkan nilai agama," kata Darwis. (Bay/Ths/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved