Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) akan menggelar Pekan Nasional Perubahan Iklim (PNPI) pada 2-4 Agustus mendatang.
Kegiatan besar yang digabungkan dengan Rakornas Perubahan Iklim Berkeadilan tersebut menjadi momentum untuk menggaungkan komitmen Paris Agreement atau Kesepakatan Paris tentang penurunan emisi gas rumah kaca.
"Misinya, menggaungkan komitmen kita bersama yang telah dibuat di dalam Paris Agreement, yaitu komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca," ujar Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian LHK Nur Masripatin, di Jakarta, kemarin.
Selain itu, ajang yang menurut rencana akan dibuka Presiden Joko Widodo tersebut bakal dimanfaatkan untuk menyusun langkah-langkah konkret terkait dengan perubahan iklim terutama dari sektor energi, industri, pengolahan limbah, dan pertanian.
"Presiden Jokowi akan menegaskan sekali lagi pentingnya perubahan pola pikir terkait dengan sinergi antara upaya pemeliharaan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi," kata dia.
Selama ini, lanjut dia, dua hal tersebut sering kali dibenturkan. Padahal, keduanya bisa berjalan beriringan.
"Itu sudah dipraktikkan di luar negeri dan itulah juga kenapa Presiden menegaskan kembali pola pikir seperti ini bahwa pemeliharaan lingkungan hidup harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi."
Beragam kegiatan akan digelar selama tiga hari, antara lain seminar yang menghadirkan pembicara dari enam sektor untuk membahas emisi gas rumah kaca dan rencana konkret pengurangannya.
Enam sektor yang dimaksud ialah sektor kehutanan, pertanian, energi, industri khususnya industri pupuk, pengolahan limbah, serta adaptasi dan perangkat pengurangan emisi.
"Kementerian LHK juga akan menggabungkan pembicara dari level tertinggi yakni dari pihak kementerian dan presiden, hingga pembicara dari pihak-pihak yang sudah melakukan aksi pengendalian perubahan iklim."
Elaborasi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim juga akan dilakukan pada kegiatan tersebut untuk memantapkan rencana aksi sampai 2030.
"Nanti juga ada pameran untuk merefleksikan implementasi Kesepakatan Paris yang mewakili pemerintah pusat dan daerah. Juga, akan ada klinik untuk sistem registrasi nasional perubahan iklim," imbuhnya.
Secara nasional, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% hingga 2030 mendatang. (Ths/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved