Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
INTEGRASI penyaluran program bantuan sosial dan subsidi energi listrik dan elpiji terus dimatangkan. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan integrasi itu akan menambah efektivitas program kerakyatan yang bermanfaat langsung kepada masyarakat.
"Program bantuan sosial dan subsidi energi akan disalurkan dalam satu kartu sehingga penyalurannya semakin tepat sasaran kepada rumah tangga penerima manfaat," ujar Puan seusai rakor tingkat menteri tentang Penetapan Sasaran Bantuan Sosial dan Subsidi Energi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, kemarin.
Rakor itu dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Para-wansa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, serta para pejabat kementerian/lembaga terkait.
Integrasi penyaluran subsidi, lanjut Menko PMK, bertujuan meningkatkan efektivitas perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan target pembangunan 2018, asumsi jumlah pengangguran sekitar 5%-5,3%, target penurunan angka kemiskinan sekitar 9,5%-10%, rasio Gini sekitar 0,38, dan indeks pembangunan manusia 71,50.
Pada kesempatan sama, Mensos Khofifah mengatakan dalam rakor ini sudah banyak perkembangan dan telah dibuat kesepakatan tentang kesiapan mekanisme sistem bansos nontunai melalui fasilitas dan fitur kartu keluarga sejahtera (KKS).
Jadi sudah dikoordinasikan bahwa akan dilakukan integrasi Program Keluarga Harapan (PKH) bantuan pangan dan elpiji 3 kg. Subsidi listrik masih dalam koordinasi dengan PLN. "Secara teknis semuanya insya Allah sudah siap. Dari segi sistem kan sudah jalan dan sudah uji coba sejak Juni tahun lalu. Malah di beberapa kabupaten sudah integrasi dengan elpiji 3 kg," jelas Khofifah.
Khofifah mengatakan saat ini jumlah keluarga penerima manfaat bansos elpiji 3 kg sebanyak 25,7 juta rumah tangga, kemudian 15,5 juta terima bantuan pangan, 10 juta terima Program Keluarga Harapan. "Jadi sekarang kita butuh matching data 10,2 juta yang belum terima dan akan kita koordinasikan,'' pungkas Khofifah. Ind/Cah/H-1
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved