Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH 14 pria secara bergantian mengawasi dengan saksama garis Pantai Jamursba Medi dan garis Pantai Wermon di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.
Sasaran mereka ialah kemunculan penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang naik ke pantai itu untuk bertelur.
Tugas para petugas tidak mudah karena siklus alamiah tersebut berlangsung pada malam hingga menjelang pagi.
Petugas harus sigap mengamankan tempat peneluran agar tidak dimangsa predator alami mereka.
Di sisi lain, petugas juga harus bekerja dengan senyap dan tanpa penerangan mencolok, terutama saat induk penyu baru mulai bertelur.
Pada saat tersebut, satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa sangat sensitif terhadap gangguan lingkungan hingga dapat menyebabkan ia enggan bertelur.
Pengawasan dan perlindungan yang dilakukan petugas berlanjut sampai masa penetasan penyu yang berkisar 45-60 hari kemudian.
Selanjutnya petugas juga menjaga agar tukik (bayi penyu) selamat kembali ke laut.
"Tugas para patroller itu memastikan supaya bayi-bayi penyu itu bisa selamat sampai ke laut dan terhindar dari predator. Mereka juga bertugas memantau penyu-penyu lain agar ekosistemnya tetap terjaga," tutur peneliti dari Universitas Negeri Papua (Unipa) Fitryanti Pakiding di Jakarta, Kamis (13/7).
Fitryanti menjadi salah satu pembicara dalam diskusi bertema Balancing leatherback sea turtles and local communities in Papua Barat yang digelar Kedutaan Besar Amerika Serikat di @america, Pacific Place Mall.
Penurunan populasi
Fitryanti menjelaskan pemantauan di Jamursba Medi dilakukan pada April hingga Oktober, sedangkan di Pantai Warmon dilakukan pada Oktober sampai Februari, sesuai dengan masa pendaratan penyu. Dari pengamatan beberapa waktu terakhir di garis pantai sepanjang 18 km tersebut, petugas menemukan 600-1.000 sarang.
Jumlah ini, menurutnya, turun dari masa peneluran sebelumnya.
"Kalau di kawasan yang kami kelola, penurunan itu berkisar di angka lima sampai 10% setiap tahun. Memang tren itu sudah terjadi sejak hampir 10 hingga 15 tahun ke balakang ini," tambahnya.
Setelah bertelur, penyu akan kembali bermigrasi pada Juli dan pada Desember-Januari.
Sesuai dengan julukannya sebagai 'pelaut purba', spesies yang telah ada sejak zaman dinosaurus ini memiliki rute jelajah yang sangat jauh.
"Migrasi paling jauh itu bisa sampai ke California," tukas Fitryanti.
Berdasarkan data yang dikumpulkan peneliti, penurunan populasi penyu bukan hanya terjadi karena predator alami, melainkan juga pengambilan yang dilakukan manusia.
Fitryanti menjelaskan di Papua Barat, termasuk di Sorong dan Manokwari, masih banyak warga yang meyakini mitos kesehatan dari konsumsi telur penyu.
Untuk mengatasinya, Unipa dan pemerintah daerah setempat terus menyosialisasikan pentingnya pelestarian penyu kepada warga.
Tidak hanya yang tercatat di Indonesia, penurunan populasi penyu secara global dikatakan Peneliti dan Ahli Biologi Kelautan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) AS, Manjula Tiwari.
Menurut perkiraan data yang didapat, populasi penyu belimbing saat ini hanya tersisa sekitar 2.300 hingga 2.500 spesies yang tersebar di seluruh dunia.
Hal ini mencemaskan karena penyu memiliki peran penting dalam keseimbangan rantai makanan di laut.
"Kita wajib melindungi penyu belimbing ini agar bisa menjaga kelestarian rantai makanan. Karena penyu belimbing merupakan salah satu rangkaian rantai makanan yang ada di ekosistem laut," terang dia.
Oleh sebab itu, NOAA bekerja sama dengan badan pelestarian berbagai negara, termasuk yang ada di Indonesia untuk mengendalikan dan memantau proses migrasi penyu belimbing.
"Kerja sama antara NOAA dan pihak Indonesia sudah terjalin hampir 10 tahun. Kita tahu migrasi penyu belimbing ini sebagian besar terjadi antara Indonesia dan negara bagian California dan sebaliknya. Jadi jalur itulah yang terus kita pantau," terangnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved