Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI negara ekuator, Indonesia kaya akan sinar matahari yang dapat dipanen setiap hari. Oleh karena itu, pemanfaatan energi surya sebagai energi terbarukan seharusnya dapat dilakukan.
Selain itu, tenaga surya juga dapat menjawab kebutuhan listrik di kawasan komunal yang letaknya berjauhan seperti di beberapa wilayah di Indonesia.
"Jadi lebih baik instalasi photo voltaik (PV) dilakukan di tiap rumah, tapi harus dengan tenaga profesional, sehingga tidak banyak makan jaringan," ucap Pakar Energi Terbarukan Madrid Technical University Luis Crespo Rodriguez kepada wartawan Media Indonesia, Richaldo Y Hariandja dalam forum 'Green Economy-Peluang dan Tantangan Transisi Energi' di Hamburg, Jerman, Senin (19/6) waktu setempat.
Masalah teknologi dan harga partisi saat ini dikatakan Luis sedang berlangsung turun. Tiongkok memegang peranan dalam membuat partisi panel dan baterai yang murah. Dengan demikian, Indonesia dikatan dia tidak perlu khawatir terhadap harga dari teknologi tersebut.
"Permasalahannya tinggal cari investor jika memang beberapa rumah di kawasan-kawasan terpencil tidak mampu membelinya," imbuh dia.
Sementara itu, Direktur Climate Energy and Cities World Future Council Stefan Schurig menyatakan salah satu kunci dalam mengembangkan energi terbarukan ialah membuat masyarakat terlibat di dalamnya. Pemerintah diminta untuk membuat skema dan regulasi yang memungkinkan masyarakat menjual listrik yang mereka hasilkan dan mendapat keuntungan dari aktivitas menghasilkan energi dari pembangkit masing-masing.
Indonesia, lanjut dia, sudah menuju ke arah sana dengan adanya skema feed-in tariFf yang sedang disusun pemerintah. "Satu yang pasti, harga dari pembangkit pasti akan turun, karena penelitian dan teknologi makin berkembang. Tinggal skema itu saja yang perlu dibuat," ucap dia.
Jerman, dikatakan Stefan memberikan regulasi yang memungkinkan masyarakat yang memasang instalasi PV di loteng mereka untuk menjualnya dengan harga pasaran normal ke jaringan kota. Itu kemudian menjadi penghasilan mereka.
Berdasarkan catatan, harga listrik dari energi terbarukan yang bisa dijual dan dinikmati masyarakat mencapai €3 sen per Kwh, sementara untuk energi yang berasal dari pembangkit bertenagakan batubara harus dibeli dengan €4,5 sen per Kwh.
"Jadi bisa dibayangkan ketika ada listrik murah dan masyarakat bisa menjualnya juga, akan ada pandangan ekonmi dari masyarakat," terang dia.
Selain itu, pemanfaatn energi terbarukan dapat berdampak signifikan dalam menahan laju perubahan iklim. Dengan memanfaatkan 80% energi terbarukan sebagai energi listrik, pada 2050 Jerman menargetkan terjadi pengurangan Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 80% di tahun yang sama.
Sebelumnya, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam menyatakan tren pengurangan emisi selepas 2020 akan berfokus pada sektor energi. Hal itu disebabkan masih digunakannya batubara sebagai sumber energi utama.
"Dalam NDC kita sudah perhitungkan coal ini, dan kita akan mengarah pada energi seperti negara maju. Karena kalau bicara lahan terus maka kita tidak akan maju. Jadi skema kita buat di 2020, dan mulainya di 2030," ucap dia. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved