Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA jamaah haji Indonesia harus memperhatikan kondisi kesehatan karena pada pelaksanaan haji tahun ini bertepatan dengan puncak musim panas. Suhu udara diperkirakan di atas 40 derajat Celsius.
Kasubsi Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dr Ika Nurfarida Sholeh SpKJ mengatakan suhu udara yang cukup panas bisa menyebabkan heat stroke. Namun sejatinya, imbuhnya, serangan itu bisa dicegah dan diminimalisasi dampaknya.
"Mencegah heat stroke ini bisa dilakukan oleh jemaah haji. Ini bisa diantisipasi," kata psikiater yang sehari-hari bertugas di RS Jiwa Lawang, Jawa Timur, Senin (18/6) malam.
Para jemaah haji terutama lansia diimbau tidak banyak melakukan aktivitas. "Kalau waktunya istirahat manfaatkan istirahat itu dengan baik. Tidak perlu keluar pemondokan bila tidak penting karena suhu udara cukup panas," ujar Ika.
Yang kedua, perbanyak minum. Setiap jam satu gelas air. Makan tiga kali sehari dan harus tepat waktu. Sebab makanan yang disediakan tidak tahan lama. Setiap menu yang dihidangkan sudah diberi keterangan makanan tersebut aman dikonsumsi dengan durasi jam tertentu.
Rata-rata makanan katering haji hanya tahan dua jam. "Masalah makan ini kadang jadi persoalan. Banyak jamaah yang telat makan akhirnya jatah makanan tidak bisa disantap karena sudah basi."
Untuk masalah ini, kata Ika, jemaah lansia paling banyak bermasalah karena umumnya jamaah lansia sering tidak mau makan dan minum sesuai aturan. "Alasannya perut sudah penuh. Ini yang menjadi masalah yang menyebabkan jemaah berisiko terkena heat stroke," jelasnya.
Selama proses pelaksanaan haji juga dilarang merokok. Jangan pula langsung kontak dengan matahari. Untuk itu jamaah harus memakai pelembab untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Basahi masker wajah untuk melembabkan udara di sekitar wajah. Upaya itu sekaligus untuk mencegah mimisan. Pakailah kacamata hitam untuk menghindari silau dan katarak.
Bagi jamaah yang memiliki penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan asam urat harus teratur minum obat.
Selain heat stroke, penyakit yang banyak diderita jemaah haji Indonesia adalah pernapasan, depresi, dehidrasi dan jantung. Untuk itu lanjut Ika, untuk pertolongan pertama saat jemaah sakit dibutuhkan alat EKG dan alat bantuan pernapasan.
"Alat-alat ini kami butuhkan dan akan ditempatkan di sektor-sektor. Kami berharap pemerintah bisa menyediakan alat-alat tersebut," harapnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved