Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sydney Sweeney Berharap Perannya di 'The Housemaid' Bisa Membantu Selamatkan Nyawa

Thalatie K Yani
26/12/2025 08:06
Sydney Sweeney Berharap Perannya di 'The Housemaid' Bisa Membantu Selamatkan Nyawa
Aktris Sydney Sweeney berharap film terbarunya, 'The Housemaid', bisa berdampak nyata bagi penyintas kekerasan domestik. (IMDB)

AKTRIS asal Amerika Serikat, Sydney Sweeney, mengungkapkan ambisi besarnya dalam berakting. Di usia 28 tahun, Sweeney mengaku ingin membintangi film-film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga "memberi dampak dan diharapkan dapat menyelamatkan nyawa orang lain."

Pernyataan ini muncul seiring keterlibatannya dalam dua proyek besar tahun ini, thriller psikologis The Housemaid dan biopik tinju Christy. Kedua film tersebut mengangkat isu sensitif mengenai kekerasan domestik, sebuah topik yang menurut Sweeney sangat marak terjadi di masyarakat.

"Dapat memiliki film di tingkat komersial yang membahas topik yang sangat sulit adalah hal yang penting," ujar Sweeney kepada BBC.

Adaptasi Novel Fenomenal TikTok

The Housemaid diangkat dari novel bestseller karya Freida McFadden yang sempat viral di komunitas "BookTok". Sweeney memerankan Millie Calloway, seorang asisten rumah tangga yang bekerja untuk pasangan Nina dan Andrew Winchester (diperankan oleh Amanda Seyfried dan Brandon Sklenar).

Sweeney mengaku sangat menyukai materi aslinya. "Saya penggemar berat buku tersebut dan menyukai semua karakternya. Saya suka cerita yang kompleks, menarik, gila, dan penuh kejutan. Ini adalah proyek impian," tambahnya.

Lawan mainnya, Amanda Seyfried, merasa memiliki kecocokan luar biasa dengan Sweeney. Menurutnya, kesamaan visi dalam pekerjaan dan kehidupan membuat dinamika peran mereka menjadi lebih dalam. "Ada kemiripan di antara kami yang terasa ajaib," kata Seyfried.

Menjaga Nada Film Tetap Realistis

Film ini berupaya merefleksikan isu kesehatan mental dan kekerasan secara nyata tanpa harus berlebihan. Sutradara Paul Feig mengaku sempat gugup dalam menangani subjek ini. Ia memilih untuk lebih menonjolkan sisi pelecehan psikologis daripada kekerasan fisik secara vulgar demi menjaga sensitivitas penonton.

Brandon Sklenar, yang berperan sebagai karakter pelaku kekerasan, mengakui tantangan berat dalam peran tersebut. "Dalam hal akting, Anda bisa mencoba semampu Anda, tetapi pada akhirnya terkadang hal itu tetap memengaruhi Anda secara emosional," ungkapnya.

Kesuksesan di Tengah Kontroversi

Perilisan The Housemaid menjadi angin segar bagi karier Sweeney setelah tahun 2025 yang penuh dinamika. Sebelumnya, ia sempat menuai kritik terkait iklan denim American Eagle yang dianggap menyinggung isu ras dan standar kecantikan. Selain itu, beberapa filmnya sempat lesu di pasaran.

Namun, The Housemaid membuktikan kekuatannya dengan mencatatkan pendapatan pembukaan sebesar US$19 juta (sekitar Rp300 miliar) di Amerika Utara akhir pekan lalu. Dengan kesuksesan novel aslinya yang terjual lebih dari 1,6 juta eksemplar dan adanya dua buku sekuel, peluang untuk kelanjutan adaptasi film ini sangat terbuka lebar.

Paul Feig juga memberikan kejutan bagi para pembaca setia novelnya. Ia menyisipkan "akhir tambahan yang tidak ada di buku" agar penonton mendapatkan sesuatu yang baru dan tak terduga. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya