Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Lynne Ramsay Tegaskan Film “Die My Love” Bukan Sekadar Kisah Depresi Pasca-Melahirkan

Thalatie K Yani
13/11/2025 07:18
Lynne Ramsay Tegaskan Film “Die My Love” Bukan Sekadar Kisah Depresi Pasca-Melahirkan
Sutradara Lynne Ramsay menegaskan film terbarunya Die My Love yang dibintangi Jennifer Lawrence dan Robert Pattinson bukan hanya soal depresi pasca-melahirkan.(IMDB)

SUTRADARA asal Skotlandia Lynne Ramsay kembali menjadi sorotan lewat film terbarunya, Die My Love, yang tayang perdana di Festival Film Cannes 2025. Namun tak lama setelah pemutaran, Ramsay mengkritik cara media menafsirkan karyanya.

Film adaptasi novel Die, My Love karya Ariana Harwicz ini menampilkan Jennifer Lawrence dan Robert Pattinson sebagai pasangan suami istri yang hidup di pedesaan Montana bersama bayi mereka yang baru berusia enam bulan. Banyak kritikus menilai karakter Lawrence mengalami gangguan mental seperti depresi pasca-melahirkan. Ramsay menolak label tersebut.

“Orang-orang senang memberi label untuk memudahkan, seperti ‘ini film tentang postpartum,’” ujarnya kepada CNN. “Padahal film ini bukan hanya soal itu. Ini tentang pernikahan yang runtuh, kesepian, kreativitas yang mengering, dan kehidupan yang perlahan hancur. Menyederhanakannya jadi ‘itu saja’ terlalu sempit.”

Ramsay dikenal jarang merilis film. Sebelum Die My Love, ia terakhir menyutradarai You Were Never Really Here (2017) yang dibintangi Joaquin Phoenix. Karya-karyanya seperti We Need to Talk About Kevin dan Ratcatcher selalu menjadi peristiwa penting bagi para pencinta sinema.

Proyek Die My Love bermula ketika Martin Scorsese, salah satu produser film ini, membaca novel aslinya dan merekomendasikannya kepada Lawrence. Aktris peraih Oscar itu kemudian menghubungi Ramsay dan memintanya menggarap adaptasi tersebut. “Dia terus mengirim email pada saya,” kenang Ramsay. “Mereka sangat antusias.”

Ramsay bekerja sama dengan penulis naskah Edna Walsh dan Alice Birch untuk memindahkan latar cerita dari Prancis ke Amerika Serikat serta menambah humor dan kedalaman pada karakter Jackson, suami Grace. Selain Lawrence dan Pattinson, film ini juga dibintangi Sissy Spacek, Nick Nolte, dan LaKeith Stanfield.

Ramsay menjelaskan proses syuting dilakukan secara intens dan kronologis agar emosi para aktor terasa alami. “Jennifer benar-benar menyatu dengan karakternya. Saya tidak pernah tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya, dan itu luar biasa,” katanya.

Film ini menggambarkan kehancuran psikologis Grace yang merasa terjebak dalam rumah tangga yang dingin dan kehilangan makna hidup. Namun Ramsay menegaskan, akhir film bukanlah tragedi mutlak. “Itu bukan akhir yang literal,” ujarnya. “Menurut saya, itu tentang membakar dunia lama untuk menemukan kembali dirinya.”

Meski Lawrence mulai digadang-gadang masuk nominasi Oscar, Ramsay mengaku tidak terlalu memikirkan penghargaan. “Yang penting bagi saya adalah apakah film ini tetap hidup dan ditonton orang 20 tahun lagi,” katanya. “Itulah ukuran sebenarnya dari sebuah karya.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya