Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREMPUAN Indonesia memiliki peranan penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Hal itu yang ingin digambarkan dalam pentas teater "Karena Aku Perempuan: Kelahiran Sebuah Pergerakan" di Galeri Indonesia Kaya, Kamis (19/12).
Marcella Zalianty yang menjadi produser mengatakan pementasan ini memiliki pesan penting tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. “Hari Ibu menjadi momen refleksi terhadap Kongres Perempuan Pertama yang berlangsung pada 1928," ungkapnya. Pementasan ini disutradarai Wawan Sofwan.
Ruth Marini berperan sebagai Ny. Hadjar Dewantara, Marcella Zalianty sebagai Ny. Soekonto (Wanita Oetomo), dan Aghniny Haque sebagai Sujatin Kartowijono (Poetri Indonesia), para penggagas Kongres Perempuan pada Desember 1928. Kisah teater ini berfokus pada tiga tokoh perempuan yang memainkan peran penting dalam Kongres Perempuan Pertama, yaitu Ny. Soekonto, Ny. Hadjar Dewantara, dan Sujatin.
Ny. Soekonto, yang memimpin kongres dan organisasi Wanita Oetomo, diperankan oleh salah satu pemeran utama. Nyi. Hajar Dewantara, atau R.A. Sutartinah, dikenal melalui perjuangannya dalam pendidikan bersama suaminya, Ki Hajar Dewantara. Sementara itu, Sujatin, seorang guru muda, mengabdikan dirinya untuk memajukan pendidikan dan keterampilan perempuan.
Produksi teater ini mendapat dukungan penuh dari tim kreatif berbakat. Komposer musik menciptakan melodi yang memperkuat suasana pementasan, sementara tata panggung dirancang memukau oleh tim skenografer dan penata cahaya. Elemen multimedia turut menambah kedalaman visual, menjadikan pengalaman menonton lebih emosional dan berkesan.
Para pemain menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mendalami sejarah serta menyampaikan emosi melalui dialog yang kuat. Salah satu pemeran utama mengungkapkan bahwa transisi dari dunia film ke teater memerlukan latihan yang intensif, terutama dalam aspek artikulasi dan pengelolaan emosi.
Pengalaman ini juga menjadi pelajaran berharga bagi para pemain. Melalui serangkaian latihan dan gladi resik, mereka berhasil menggambarkan semangat perjuangan tokoh-tokoh perempuan yang mereka perankan. Aghniny Haque, salah seorang pemeran, mengakui bahwa ini adalah kali pertama ia terlibat dalam teater. "Awalnya berat karena skripnya menantang, tetapi setelah dijalani, ternyata seru dan bikin ketagihan," ujarnya.
Selain pementasan utama, acara ini juga diisi dengan diskusi bersama tokoh-tokoh perempuan inspiratif dan pertunjukan seni lainnya. Dengan tema yang relevan, pementasan ini mendorong refleksi tentang peran perempuan dalam membangun bangsa.
Teater "Karena Aku Perempuan: Kelahiran Sebuah Pergerakan" bukan hanya sarana penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga media untuk menyuarakan isu-isu perempuan serta mendorong kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia. (Z-3)
SETIAP Desember, peringatan 'Hari Ibu' dipersoalkan karena dianggap meneguhkan ibuisme—perempuan direduksi pada peran domestik dan pengabdian tanpa kuasa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Hari Ibu menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan kepemimpinan politik yang berdampak di masyarakat
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved