Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memiliki banyak warisan budaya. Salah satunya kekayaan budaya nonbenda atau disebut intangible cultural heritage.
Warisan budaya nonbenda tersebut bersifat abstrak berupa tradisi lisan, seperti cerita rakyat (folklor), kepercayaan, seni pertunjukan, adat istiadat, ritus, perayaan, pengetahuan, kebiasaan, perilaku, serta keterampilan dan kemahiran tradisional.
'Suanggi' menjadi salah satu folklor yang hingga kini masih berkembang di masyarakat Indonesia Timur.
Baca juga : BMKG: Waspada Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat di Timur Indonesia Sepekan ke Depan
Mitos dan legenda 'Suanggi' merupakan salah satu contoh dari warisan budaya nonbenda sebagai bagian dari cerita rakyat dan kepercayaan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lain.
Begitu sakral dan tabunya legenda 'Suanggi' membuat Mutiara Films dan Subtube Studio tertarik mengangkat ke layar lebar.
"Saya dan Ernest Yauwalata punya kerinduan yang sama membuat semacam film yang mengangkat tentang Papua atau Indonesia Timur. Kenapa pilih horor? Karena saat ini yang sedang naik, ya, horor, di bioskop yang bermain sekarang banyak horor,” ujar Produser sekaligus Pemeran Frans di film 'Suanggi' Bona Pascal, di Jakarta, Selasa (4/6).
Baca juga : Aspen Medical, Tridaya Group Hadirkan Fasilitas Kesehatan Internasional di Indonesia Timur
Bona menuturkan asalannya memilih Suanggi, Menurutnya Suanggi merupakan kearifan lokal dari Indonesia Timur yang punya berbagai macam penafsiran. Kemudian, ide itu ia bawa untuk bertemu Dom Dharmo yang merupakan sutradara film Suanggi.
“Mungkin ada satu tahun setengah kami berbincang tentang film ini. Akhirnya kami bertemu dengan Subtube Studio. Berjodoh saja dan bekerja sama sehingga saat ini kami ada di sini," ujarnya.
Mutiara Films menggaet Pangeran Lantang (as Beni) sebagai pemeran utama bersama aktris Carissa Perusset (as Gia) yang kerap membintangi film bergenre horor. Kedua bintang tersebut sangat antusias mendapat peran di film Suanggi.
Baca juga : Perbesar Porsi Pembangunan di Indonesia Timur
"Skripnya unik banget, belum pernah baca skrip seperti ini. Karakternya semua unik Jadi, saya belajar terus di sini, berkembang akting saya. Saya sebagai outsider, belajar banyak dengan kultur baru ini," kata Carissa Perusset.
"Sampai sekarang masih belajar terus dialek orang Indonesia Timur segala macam, dibantu dengan teman-teman di sini. Riset khusus tidak ada, teman-teman sudah bantu," tambah Pangeran Lantang.
Mereka akan didukung sejumlah nama yang tak asing lagi, seperti Iwa K (as Ariba), John Yewen (as Bapak John), Obimesak Nubatonis (as Salem), Pace Cello (as Tinus), Ian Williams (as Reynold), Bona Pascal (as Frans), Dayu Wijanto (as Mama Lin), Endhita (as Sonya), Stany Imbiri (as Maria), Eugenia Y (as Wawa), dan Keanu Azka (as Bagas).
Baca juga : Anies Janji Atasi Masalah Tarif Tiket Pesawat yang Mahal di Indonesia Timur
John Yewen misalnya, menyebut film ini membawa tantangan tersendiri. Dengan latar belakang komika, Yewen mesti belajar memerankan karakter yang serius di film Suanggi.
"Terima kasih kepada Tuhan. Saya percaya semua ini tim yang saling membantu dan melengkapi. Ketika baca skrip, saya merasa senang ada orang-orang yang bawa cerita ini dikenal di Indonesia,” ujarnya.
Beni (Pangeran Lantang), seorang mantan penyanyi yang kini menganggur hingga memiliki hutang ratusan juta, terpaksa pulang ke tanah kelahirannya Pulau Karangkas Papua. Dengan mengajak pacarnya Gia (Carissa Perusset), Beni memberi tahu Gia bahwa tujuannya pulang hanya untuk menjenguk Mama Lin, ibu angkatnya yang sedang sakit keras.
Namun, sebenarnya Beni memiliki agenda tersembunyi untuk mencuri harta Mama Lin. Semenjak Beni menginjak tanah kelahirannya kembali setelah 13 tahun lamanya. Kejadian-kejadian aneh secara supranatural mulai terjadi. Yang dikirim oleh sihir Aroba seorang Suanggi.
Selama ini keluarga Lin dijaga oleh kakak angkatnya, Maria (Stany Imbiri), mantan biarawati yang memilih keluar dari biara karena harus menjaga dan merawat Mama Lin. Hingga pada akhirnya pun Mama Lin meninggal, teror Aroba (Iwa K) semakin dekat dari biasanya. (Z-8)
Seluruh operasional dilakukan dengan penuh tanggung jawab terhadap lingkungan, sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang terus dijunjung perusahaan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan status Bibit Sikon Tropis 97S yang dapat memicu cuaca ekstrem beberapa hari ke depan
Pilar pemberdayaan pada IMDI meningkat paling cepat dibandingkan dengan tahun kemarin, partisipasi di berbagi aktivitas digital makin naik. Koneksi di Indonesia Timur pun semakin membaik
EKOSISTEM yang suportif harus dihadirkan dalam mendukung talenta muda di Indonesia Timur. Dari sana akan lahir peluang untuk berkembang dan bersaing.
Per Desember 2024, data OJK mencatat bahwa penyaluran fintech lending di luar Pulau Jawa masih sebesar 21,59% dari total penyaluran nasional.
Ford RMA Indonesia resmi melepas tim Wonderland Indonesia, yang akan menjelajah ke berbagai penjuru Indonesia Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved